Senin, 13 April 2026

Berita Viral

Kisah Haru dari Madura Reuni Bapak dan Anak Setelah 35 Tahun Terpisah

Kisah pertemuan Bapak dan anak dari Madura yang sudah terpisah selama 35 tahun, simak cerita selengkapnya dalam artikel ini.

|
Editor: faridmukarrom
Ahmad Faisol/ Tribun Mataraman Network
Katmi (40), asal Desa/Kecamatan Rengel, Tuban tak kuasa menahan tangis begitu pertama kali bertemu dengan kakeknya, Moh Nasir (kiri) di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan setelah mereka terpisah selama 35 tahun, Jumat (6/10/2023). Foto Kisah pertemuan Bapak dan anak dari Madura yang sudah terpisah selama 35 tahun, simak cerita selengkapnya dalam artikel ini. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kisah haru membelenggu saat Katmi (40), seorang warga Desa/Kecamatan Rengel, Tuban, tanpa disangka-sangka, mendengar bisikan lembut "pulanglah nak" selama sebulan terakhir.

Bisikan tersebut membimbing langkahnya kembali ke pelukan Moh Nasir (58), seorang warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan, pada Jumat (6/10/2023). Bapak dan anak ini akhirnya bersatu setelah terpisah selama 35 tahun, sejak tahun 1988.

Katmi, yang ditemani suaminya Deri Prasetyo (30) dan ketiga anaknya, melakukan perjalanan dari Tuban menggunakan sepeda motor matic berwarna biru metalik.

Pertemuan emosional antara Katmi dan bapaknya, Moh Nasir, berlangsung di rumah Kepala Dusun (Kadus) Jaddih Utara I, Desa Jaddih, Fakih.

Setelah turun dari motor, Moh Nasir dengan langkah gontai langsung menyapa, "Tang anak jiyah" (Itu anakku). Isak tangis pun pecah di tengah kerumunan warga, dan kebahagiaan campur haru menyelimuti keduanya. Wajah Moh Nasir memerah, dan matanya tampak sembab karena kebahagiaan yang tidak terkendali.

Dalam pelukan Moh Nasir, Katmi mengungkapkan, "Bapak, saya pulang." Tangis kebahagiaan meluap di antara mereka. Bahkan, cucu Katmi, Syarif Dwi Prasetyo (7), yang duduk di belakang ibunya, ikut serta menangis.

Meskipun ekspresi wajah penuh kegembiraan, Namun, tidak terdengar jerit suara tangis Syarif.

Lidahnya seolah menjadi kelu, hanya terdengar kata, ‘Mbaaahhh’ dari mulutnya. Melihat itu, Nasir membalas dengan kecupan di kepalanya, sementara Syarif melanjutkan tangis di pundak ibunya, Katmi.

Nasir muda kala itu memutuskan pergi merantau ke Irian Jaya setelah terpisah dari Katmi dan adiknya, Sumiati, pada tahun 1988. Meskipun dia berhasil membangun keluarga dan memiliki empat orang anak dari pernikahan keduanya, kerinduan kepada sosok Katmi dan Sumiati tidak pernah padam. Kini, setelah 35 tahun, mereka dipertemukan kembali di kampung halaman.

Dalam ceritanya kepada Tribun Madura (Grup Tribunmataraman.com Network), Nasir menjelaskan, "Alhamdulillah, saya memang tidak pernah berhenti meminta kepada Yang Maha Kuasa, setiap hari saya bermunajat agar dipertemukan dengan anak-anak, dan Allah mengabulkan." Meskipun Nasir pergi merantau, kerinduannya tidak pernah surut.

Katmi menceritakan bahwa keinginan untuk mencari bapaknya muncul dalam beberapa minggu terakhir setelah mendengar bisikan yang terus memanggilnya pulang. Meskipun awalnya tidak ada keinginan untuk mencari, tetapi bisikan tersebut mengubah tekadnya.

"Akhirnya saya nekat mencari bapak, karena beberapa minggu yang lalu ada suara 'pulanglah nak', pulang..pulang. Sebelumnya belum pernah muncul tekad dan keinginan mencari, tidak ada," ungkap Katmi.

Katmi memulai pencariannya berbekal pesan ibunya, Suwarni, yang masih tinggal di Tuban. Suwarni memberikan petunjuk bahwa jika ingin mencari bapak, carilah di kawasan Pasar Jaddih, Desa Jaddih, Bangkalan. Meski tanpa alamat lengkap, Katmi yakin bahwa firasatnya membimbingnya ke tempat yang tepat.

Kisah ini merupakan bukti keajaiban reuni keluarga setelah sekian lama terpisah dan menunjukkan kekuatan ikatan keluarga yang tidak terputus meskipun waktu dan jarak memisahkan.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com/ Edo Ahmad Faisol)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved