Keracunan di Jombang
Puluhan Warga Diwek Jombang Diduga Keracunan Massal Setelah Memakan Menu Hajatan
Puluhan warga Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan hajatan.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Puluhan warga Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan hajatan.
Mayoritas warga mengalami gejala pusing, mual, muntah, hingga diare.
Setidaknya ada sekitar 60 orang yang menghadiri hajatan acara pengajian salah satu warga di desa tersebut, pada Kamis (14/9/2023) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dari jumlah itu, sekitar 30 orang masih dirawat di Puskesmas.
Kepala Puskesmas Cukir, Rokhmah Maulidina mengatakan ada 30 warga dari 60 yang menghadiri hajatan di salah satu rumah warga di Dusun Paculgowang.
Mereka merasakan keluhan yang akibat diduga keracunan makanan saat mendatangi Puskesmas Cukir.
"Untuk yang ditangani di Puskesmas Cukir ini ada 30 pasien. Jadi ada yang datang ke puskesmas pada Jumat malam itu satu orang, yang lainnya datang Sabtu pagi. Dari 30 pasien itu total 12 rawat inap dan 18 rawat jalan," jelasnya, Senin (18/9/2023)
Menurut Rokhmah, dari 12 pasien rawat inap 11 orang diperbolehkan pulang.
"Dari visitor yang kami lakukan 12 pasien yang dirawat, 11 pasien sudah boleh pulang, kondisinya sudah fokus bisa diteruskan untuk rawat jalan di rumah" ungkapnya.
Saat ini ada satu pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Cukir. Pasien mengeluh diare sehingga perlu dilakukan observasi lebih lanjut.
"Hanya satu pasien yang masih yang harus rawat tinggal di puskesmas dikarenakan masih ada sedikit keluhan, namun kondisinya sudah jauh membaik," ucap Rokhmah.
Dari pengakuan pasien, mengkonsumsi berbagai macam makanan dalam wadah kotak yang dibawa pulang dari hajatan.
Pihaknya kini mengambil sampel makanan yang diduga penyebab keracunan massal tersebut.
"Beraneka macam makanan yang dari makanan yang kami masih diduga namun semuanya sudah kita ambil uji sampel ke laboratorium. Siomay, sambal dan krengsengan, jadi ada salah satu warga yang mengadakan hajatan itu berkat (makanan) yang dibawa pulang," bebernya.
Salah satu warga, Mustakim (55) mengaku ada sekitar 6p warga yang diundang dalam hajatan itu. Usai menyantap makanan itu warga mengalami gejala mual, pusing, muntah dan diare keesokannya, pada Jumat (15/9) pagi.
"Makan siomay dari hajatan itu awalnya agak pahit. Saya makan telur dan kentang malamnya merasa pusing," pungkasnya.
(Mohammad Romadoni/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.