Selasa, 14 April 2026

Kematian Satpam Unipar Jember

Pejabat Unipar Jember Angkat Bicara Soal Kematian Satpam Kampus di Kamar Mandi Kampus

Pejabat Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember, angkat bicara atas tewasnya Seto Seondro, satpam kampus yang tewas di kamar mandi kampus.

Editor: eben haezer
imam nawawi
Wakil Rektor II Universitas PGRI Argopuro Jember, David K Susilo. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pejabat Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember, angkat bicara atas tewasnya Seto Seondro, satpam kampus yang tewas di kamar mandi kampus.

Wakil Rektor II Universitas PGRI Argopuro Jember, David K Susilo mengatakan  setelah menerima laporan, dia mengaku langsung menghubungi pihak kepolisian.

"Dan saat itu juga saya langsung koordinasikan dengan semua staf,baik keamanan maupun OB, untuk tidak mengubah posisi tubuh dari si korban. Karena saya amati memang sudah keadaan meninggal dunia," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (19/9/2023).

Baca juga: BREAKING NEWS - Satpam Unipar Jember Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus

Menurutnya, hal tersebut sengaja dilakukan supaya kondisi tempat kejadian perkara (TKP) tidak berubah. Sampai datang pihak aparat kepolisian.

"Beberapa saat kemudian datanglah anggota Polsek Sumbersari bersama tim inafis serta petugas Puskesmas Sumbersari untuk mengidentifikasi jenazah tersebut," kata David.

Informasinya, kata David, satpam ini memiliki riwayat penyakit cukup lama. Namun, yang bersangkutan tidak pernah cerita.

"Untuk sakit apa, ini yang kami belum tahu. Makanya jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soebandi. Karena korban pertama kali ditemukan sudah dalam kondisi sudah meninggal dunia," urainya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Satpam Unipar Jember yang Tewas di Kamar Mandi Kampus

David mengungkapkan, Unipar Jember sudah koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, supaya hak korban bisa terpenuhi.

"Sebagai bentuk penghormatan terakhir dengan layak. Mulai dari pengurusan di rumah sakit hingga di rumah duka. Dan kami akan penuhi hak-hak korban mulai dari BPJS dan tunjangan kematian," katanya.

Kapolsek Sumbersari, Kompol Sugeng Piyanto,  dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP),  tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan. Namun, dikamar mandi itu ada obat asam lambung.

"Karena informasinya, almarhum di memiliki penyakit  vertigo dan asam lambung," kata Sugeng.

(imam nawawi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved