Tawuran Perguruan Silat di Taiwan
Sosok PMI Trenggalek Korban Bentrok Perguruan Silat di Taiwan di Mata Keluarga
Inilah sosok Jainal Fanani, PMI Trenggalek yang meninggal akibat bentrok perguruan silat di Taiwan, di hadapan keluarganya.
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Keluarga Jainal Fanani, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Trenggalek yang meninggal di Taiwan dalam bentrok antar perguruan silat, masih menunggu jenazah Jainal Fanani dipulangkan.
Mereka berharap masih bisa melihat jasad almarhum untuk yang terakhir kalinya sebelum dimakamkan.
Bude Fanani, Partini mengatakan selama di Taiwan keponakannya tersebut sering menghubungi keluarganya di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo melalui panggilan video.
Baca juga: Cerita Keluarga PMI Trenggalek yang Tewas Akibat Tawuran Perguruan Silat di Taiwan
Bahkan beberapa jam sebelum kejadian, Fanani masih mengobrol dengan dirinya juga melalui panggilan video.
"Saat itu Fanani berpesan agar sabar dan terus menjaga kesehatan," kata Partini, Minggu (10/9/2023).
Ia juga berpesan kepada keluarganya di Trenggalek agar jangan bekerja terlalu keras.
Setelah 8 tahun kerja di Taiwan, ia juga berjanji akan pulang tahun 2024 saat masa kerja kontraknya habis.
"Sehari-hari sama keluarga ya baik, anaknya baik, suka bercanda," ucap Suprihatin.
Diketahui Fanani juga salah satu orang yang dituakan oleh PMI asal Desa Karanggandu di Taiwan.
Selain adik kembarnya, Jainal Syafii, Fanani juga mengajak beberapa tetangganya di desa untuk mengadu nasib ke Taiwan demi meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi keluarga.
Sehingga meninggalnya Fanani membawa kesedihan yang mendalam bagi keluarga dan lingkungannya.
Apalagi kakak sulung Fanani juga baru saja meninggal lebih kurang 3 bulan sebelumnya.
Senada, Kepala Desa Karanggandu, Umtingah mengatakan sosok Fanani dikenal orang yang baik di desanya.
Fanani merupakan anak kedua dari empat bersaudara yang semuanya adalah laki-laki.
"Sedari lahir Fanani di angkat anak oleh pamannya, sedangkan kembarannya tetap ikut orang tua kandung," ucap Umtingah.
Umtingah sendiri ikut terpukul dengan meninggalnya salah seorang warganya tersebut, untuk itu ia semaksimal mungkin membantu keluarga untuk memfasilitasi kepulangan jenazah.
(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/keluarga-korban-tawuran-perguruan-silat-di-taiwan.jpg)