Sabtu, 11 April 2026

Waspada Antraks

Khawatir Antraks, Disnak Trenggalek Minta Peternak Sementara Tak Beli Sapi Dari Pacitan

Disnak Trenggalek mengimbau peternak untuk tidak membeli sapi dari Pacitan untuk sementara waktu karena khawatir akan terjadinya wabah antraks

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/sofyan arif candra
Ilustrasi. 
TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Trenggalek mewaspadai penularan kasus antraks menyusul ditemukannya suspek antraks di Pacitan yang telah menular pada manusia.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani memastikan hingga Jumat (14/7/2023) tidak ditemukan kasus antraks di Trenggalek.
Namun demikian, Dinas Peternakan gencar melakukan Komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dengan pedagang dan peternak terkait bahaya antraks.
"Setiap pasaran hewan di hari Pon (hari jawa) kita sosialisasikan bahaya antraks serta mengecek kesehatan hewan di situ," kata Ririn, Jumat (14/7/2023).
Salah satu yang ditekankan oleh Disnak kepada pedagang adalah tidak membeli ternak dari daerah endemis antraks termasuk Kabupaten Pacitan.
Ririn menyebutkan biasanya hewan ternak dari daerah endemis terlebih lagi yang sudah menunjukkan gejala penyakit akan dijual dengan harga lebih murah agar cepat laku.
"Kalau untuk membatasi transportasi hewan dari daerah endemis hampir tidak mungkin karena jalan - jalan alternatifnya banyak," lanjutnya.
Ada beberapa gejala umum yang terlihat ketika hewan ternak terjangkit antraks salah satunya adalah demam tinggi hingga 42 derajat Celsius.
Hewan ternak juga nampak gelisah saat mengunyah, hingga menanduk benda-benda keras yang ada di sekelilingnya.
Selain itu pada kulit hewan akan muncul keropeng hingga kesulitan bernapas, bahkan pada puncaknya, darah keluar melalui dubur, mulut, lubang hidung, bahkan urin bercampur darah.
"Jika peternak atau pedagang menemukan hewan ternak dengan gejala tersebut, harap melapor ke dinas peternakan," ucap Ririn.
Ririn menyebutkan kasus antraks di Trenggalek terakhir terdeteksi pada tahun 2017 saat ada peternak yang membeli seekor sapi dari Pacitan.
Saat itu petugas gerak cepat untuk mengisolasi hewan yang terinfeksi antraks dan melakukan vaksin kepada hewan ternak yang ada di sekitar lokasi sejauh 2 kilometer.
"Penularan antraks ini bisa dari rumput yang mengandung spora antraks yang termakan ternak, ataupun air minum yang airnya tercemar antraks," kata Ririn.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa bakteri antraks bisa menular ke manusia atau zoonosis.
Untuk itu ia menegaskan agar jangan memakan daging atau tubuh bagian manapun dari hewan yang terserang antraks.
"Belilah daging dari pedagang yg memotong daging dari RPH (rumah potong hewan) karena sudah diawasi kesehatannya," tutupnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Foto: Peternak dan Pedagang Hewan Diimbau Tidak Membeli Hewan Ternak dari Daerah Endemis Antraks Kendati Harganya  Murah

 

 
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved