Covid Arcturus
Awas, Covid-19 Varian Arcturus Sudah Masuk ke Jawa Timur
Covid-19 varian Arcturus dilaporkan sudah masuk ke Jawa Timur. Gubernur Khofifah meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan protokol kesehatan
TRIBUNMATARAMAN.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan tetap waspada terhadap covid-19.
Pasalnya sejauh ini di Jawa Timur sudah ditemukan dua kasus covid-19 varian arcturus. Sehingga ia meminta masyarakat, tenaga kesehatan dan juga seluruh elemen strategis untuk waspada.
"Data yang masuk ke kami, telah dilaporkan terdapat 2 varian Arcturus yang ditemukan di Jatim. Maka, saya harap semua tetap tenang, karena kebanyakan kasus baru yang sudah divaksin booster gejalanya ringan. Oleh karena itu tidak perlu panik tetapi saya imbau vaksinasi booster lebih dikuatkan kembali," kata Gubernur Khofifah.
Berdasarkan data update covid-19 Pemprov Jatim per tanggal 26 April 2023, total ada 782 kasus covid-19 aktif di Jawa Timur. Tambahan kasus harian terakhir tercatat ada sebanyak 252 kasus baru, dan 5 kasus meninggal dunia.
Dengan kondisi ini, Khofifah berharap masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam menghadapi ancaman covid-19. Yaitu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti dalam hal penggunaan masker jika sedang merasa sakit atau bergejala serta komorbid.
Hal tersebut merupakan salah satu langkah dalam menghadapi tren penyebaran covid-19 yang kembali meningkat.
"Saya mohon semua saja untuk tetap menjaga protokol kesehatan, tetap bisa berwisata namun protokol kesehatannya tidak diabaikan. Pastikan yang bergejala dan komorbid gunakan masker," ujarnya.
Bukan tanpa alasan, orang nomor satu di Jatim ini mengatakan bahwa ancaman covid-19 belum benar-benar berakhir bahkan terjadi tren peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Oleh sebab itu kewaspadaan semua pihak utamanya para dokter dan tenaga kesehatan tetap harus siaga.
Dilihat dari asesmen situasi Pandemi Covid-19 di Jatim per 24 April 2023, positivity rate di Jatim mencapai 10.32 persen, mulai agak naik dari di atas ambang batas yang ditentukan WHO 5 %.
Meskipun demikian, rumah sakit masih relatif terkendali karena tingkat keterisian rumah sakit atau BOR masih berada di ambang memadai yaitu 6,29
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pasien-omicron-pertama-di-surabaya.jpg)