Selasa, 21 April 2026

Pilkades Berdarah di Bangkalan

Pilkades Berdarah di Bangkalan: Tiga Orang Dibacok, Satu Orang Tewas

Tragedi berdarah pembacokan di Bangkalan, Madura, diduga dipicu oleh urusan Pilkades. Satu orang meninggal dunia akibat tragedi tersebut

|
Editor: eben haezer
ist
 Korban-korban pembacokan bergeletakan bersimbah darah di jalur protokol Jalan Halim Perdana Kusuma Kota Bangkalan, Rabu (5/4/2023) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tragedi berdarah pembacokan di Bangkalan terhadap 3 orang penumpang mobil yang melintas di jalur protokol kabupaten Bangkalan, kemarin (5/4/2023), diduga dipicu hasil pilkades atau pemilihan kepala desa. 

Akibat tragedi itu, seorang diantaranya dikabarkan meninggal dunia dan dua korban lainnya menderita luka.

Peristiwa pembacokan itu terjadi di kala Bangkalan tengah menggelar tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 149 desa di 17 kecamatan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tiga Orang Jadi Korban Pembacokan di Kota Bangkalan, Satu Orang Tewas

Gelaran uji kompetensi sistem gugur bagi beberapa desa dengan jumlah calon kades di atas lima orang telah usai beberapa hari yang lalu.

“Ini ada pertikaian masalah pilkades, saat ini korban sudah dibawa ke rumah sAKIT. Korban tiga orang, warga klampis semua. Iya (Desa Bator),” kata Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya.

Mobil Alphard Diamankan

Sementara itu, setelah insiden beradarah tersebut, sejumlah mobil dan beberapa pria diduga membawa senjata tajam (sajam) diamankan.

Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengungkapkan, peristiwa  pembacokan terjadi ketika para korban dari DPMD keluar dari Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan dengan mengendarai mobil. 

"Mungkin dipepet hingga terjadi pembacokan. Di TKP, selain mengamankan beberapa mobil kami juga mengamankan yang terduga-terduga membawa sajam," ungkap Wiwit kepada awak media di rumah dinasnya, Rabu malam. 

Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan serangkaian pemeriksaan secara mendalam terhadap para pembawa sajam tersebut. 

Kendati demikian, Wiwit belum bisa menyebutkan berapa jumlah mobil dan para pembawa sajam yang diamanatkan. 

"Kami belum bisa cerita terlalu panjang karena memang  masih didalami terkait rangkaian cerita dan lain sebagainya dari para saksi yang ada," jelasnya. 

"Dua korban luka semoga cepat sembuh. sekarang kami  sedang l mengejar terduga pelaku, semoga lekas tertangkap," harapnya. 

Ia juga menegaskan, peristiwa pembacokan itu berkaitan dengan tahapan Pemilihan Kepala Desa (pilkades).

"Korban kebetulan dari yang tidak lolos sebagai calon kades, dari kubu itu. Kami kirim tim ataupun pasukan untuk menjaga agar tidak terjadi aksi susulan di desa sana," pungkasnya.

(Ahmad Faisol/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved