Rabu, 29 April 2026

Otopsi Bayi Meninggal Setelah Imunisasi

Keluarga di Trenggalek Beber Kejanggalan yang Dialami Mendiang Bayinya Setelah Diimunisasi

Keluarga dari bayi yang meninggal setelah imunisasi di Trenggalek, menyebut ada kejanggalan dalam pelaksanaan imunisasi di Polindes Gembleb

Tayang:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/sofyan arif candra
Kakek Bayi yang Meninggal Dunia Pasca Imunisasi di Trenggalek, Sugeng Prayitno Ditemui di TPU Gunung Cilik, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek  

TRIBUNMATARAMAN.COM - Keluarga dari bayi yang meninggal setelah imunisasi di Trenggalek, menyebut ada kejanggalan dalam pelaksanaan imunisasi di Polindes Gembleb, kecamatan Pogalan, Trenggalek.  

Mereka yakin, kejanggalan itulah yang menyebabkan bayi meninggal dunia. 

Kakek bayi, Sugeng Prayitno mengatakan dalam imunisasi tersebut cucunya memang tidak sendiri, melainkan ada bayi lain yang juga mengikuti imunisasi.

Baca juga: BREAKING NEWS - Polisi Bongkar Makam Bayi yang Wafat Setelah Imunisasi di Trenggalek Untuk Diautopsi

"Tapi yang melakukan imunisasi kebanyakan berusia 7-9 bulan sedangkan yang usia 5 bulan hanya (cucu saya) Okta," kata Sugeng, Rabu (5/4/2023).

Kejanggalan tersebut membuat Sugeng dan orang bayi, yaitu Mukono dan Adelia curiga, bahwa sang bayi kelebihan dosis vaksin dan lainnya.

"Kami juga tidak tahu karena tidak ada kejelasan dari Dinkes juga sampai akhirnya kita tindaklanjuti (ke jalur hukum)," lanjutnya.

Selain ke Polres Trenggalek, Sugeng juga telah melaporkan hal tersebut ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Keluarga Bayi yang Meninggal Setelah Imunisasi Tak Keberatan Jasad Bayi Diautopsi

"Ini saya lakukan karena sampai hari ini belum ada kejelasan dari pihak terkait, baik dari bidan maupun Dinkes," ucap Sugeng.

Sugeng juga meminta penjelasan dari pernyataan Plt Kadinkes Kabupaten Trenggalek, Sunarto terkait kematian cucunya karena ada Co Insiden.

Ia juga menanyakan perihal tenaga kesehatan yang menyuntik imunisasi cucunya bukan bidan melainkan asisten bidan.

Dari serangkaian kejanggalan tersebut, Sugeng mendukung penyelidikan hingga autopsi jenazah cucunya yang dilakukan oleh Polres Trenggalek untuk mengetahui penyebab meninggalnya cucunya. 

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved