Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Pacitan

Nelayan Asal Sukabumi Hilang di Perairan Pacitan, Kapalnya Ditemukan Terbelah 2

Seorang nelayan asal Sukabumi, Jawa Barat, hilang di perairan Pacitan. Hingga kini belum ditemukan. Tapi kapalnya ditemukan terbelah 2

Tayang:
Editor: eben haezer
pramita kusumaningrum
Seorang nelayan asal Sukabumi, Jawa Barat, hilang saat melaut di perairan Pacitan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sahidin, nelayan asal Desa Tegal Bulet, Kecamatan Tegal Bulet, Kabupaten Sukabumi,  Jawa Barat dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pacitan, Jawa Timur. 

Perahu yang sebelumnya dipakai nelayan 38 tahun tersebut sudah ditemukan di kawasan Pantai Karang Bolong, kecamatan Donorojo, kabupaten Pacitan. 

Namun kapal sudah rusak dan terbelah 2. 

“Itu kapal saya, sebelumnya dipinjam oleh Sahidin untuk melaut,”’ujar pemilik kapal, Aris Saroso kepada media, Sabtu (18/2/2023).

Korban, kata dia, pamit melaut mencari ikan tenggiri dari tempat pelelangan ikan (TPI) Pantai Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Sebelum dikabarkan hilang tenggelam, korban sempat pamit ke rekannya untuk berlayar di seputaran daerah Pantai Watukarung dan Pantai Klayar

“Nahasnya, kapalnya ditemukan warga setempat di tepi Pantai Karang Bolong atau sekitar 11 kilometer dari Pantai Watukarung," katanya.

Peltu Angkatan Laut Ator Subroto, Personil Tim SAR gabungan menjelaskan, sampai saat ini  masih melakukan pencarian. Tim disebar ke beberapa titik.

“Kami terjunkan 4 perahu karet dengan jumlah 25 personil gabungan dari Basarnas, Kamlamdu, TRC BPBD dan Sar MTA, Pokwasmas serta Nelayan,” ujar Peltu Ator.

Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sampai sejauh sekitar 15 Mile dari lokasi yang diduga tenggelamnya korban. Hingga saat ini belum ditemukan.

Ator menambahkan dalam upaya pencarian korban, tim SAR gabungan menemui berbagai kendala.

Salah satu kendala selain Cuaca Hujan, gelombang tinggi mencapai 4 meter disertai angin kencang yang mencapai kecepatan 30 Knot. Sehingga tidak memungkinan untuk melakukan pencarian demi keselamatan.

" Pencarian sempat dihentikan sementara karena kendala cuaca. Dan dilanjutkan saat cuaca memungkinkan untuk dilakukan pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan pemantauan melalui darat juga "jelasnya.

(pramita kusumaningrum/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved