Breaking News:

Perampokan PT Padmatirta Wisesa

PT Padmatirta Wisesa di Lamongan Dirampok, Pelaku Bawa Kabur Uang Rp 373,5 Juta Dalam Brankas

Kantor PT Padmatirta Wisesa di Kecamatan Babat, kabupaten Lamongan, dibobol pencuri. Pelaku berhasil bawa kabur uang Rp 373,5 juta.

Editor: eben haezer
ist
Tembok berlubang di ruangan kasir PT Padmatirta Wisesa di Lamongan yang menjadi jalan masuk pencuri untuk membobol brankas dan membawa kabur uang Rp 373,5 juta. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kantor PT Padmatirta Wisesa di jalan raya Jombang – Babat nomor 31B Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, kabupaten Lamongan, diobok-obok maling.

Pelaku berhasil masuk dalam kantor setelah membobol dua dinding tembok bangunan kantor dan ruang kasir.

Pelaku berhasil  membawa kabur uang sebesar Rp 373.520.600 dalam brankas, Selasa (24/1/2023).

Diketahuinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan itu bermula saat seorang Kasir bernama Dia Devi Rahmawati 

Saat saksi Ria Devi Rahmawati (30) melakukan rutinitas pekerjaan setiap hari sebagai seorang kasir  membuka ruang kasir.

Ria terhenyak kaget saat mendapatkan  brankas yang rusak dan dalam  ruangan keadaan berantakan. Saksi merasakan ada yang ganjil,  lalu memberitahu Satpam dan manager untuk datang ke kantor ruangan kasir.

Ops manajer PT Padma Tirta Wasesa, Angga Kresna (28)  didamping Satpam, Sony (30) mendapati fakta sebenarnya. Dipastikan pelaku masuk dengan menjebol dinding tembok  ruang kasir.

Tembok yang dijebol pelaku hanya berjarak 50 centimeter dari meja kasir. Lubang tembok yang jebol berdiameter 60 centimeter persegi yang bisa dimasuki pelaku.

Korban Angga Kresna, kemudian  melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babar.

“Setelah mendapat laporan kami langsung ke lokasi untuk mendatangi TKP , " kata Kapolsek Babat,  Kompol Dhany Rahardian Basuki didampingi Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro, Rabu (25/1/2023).

Tim Inafis Polres Lamongan telah melakukan olah TKP. Polisi mengamankan barang bukti,  brankas yang dalam keadaan rusak, potongan pintu lemari dan 2 buah sarung tangan.

Dengan barang bukti yang diamankan, ia berharap polisi berhasil menemukan jejak pelaku.

Pelaku nampaknya sudah merencanakan agar jejak sidik jarinya tidak terdeteksi. Itu bisa dikaitkan dengan ditemukannya 2 buah sarung tangan yang diduga milik pelaku.

Polisi tidak menemukan alat yang dipakai untuk membobol dinding tersebut. Yang ada hanya ada jejak 2 sarung tangan yang tertinggal.

Sementara Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) telah melalukan pola alah TKP dengan mencari sidik jari yang ada di beberapa sudut. Baik di meja, kaca dan brankas.

Tim Jaka Tingkir kini sedang melakukan penyelidikan terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 363 KUHP.

(Hanif Manshuri/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved