Pelantikan PPS Pemilu 2024

138 Anggota PPS Pemilu 2024 Kota Kediri Dilantik, Tak Ada Perwakilan Kelompok Disabilitas

138 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2024 di Kota Kediri telah dilantik. Tapi tak ada perwakilan disabilitas

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Pelantikan anggota PPS Pemilu 2024 kota Kediri, kemarin (24/1/2023) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri telah melantik 138 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2024 di Hotel Lotus Kota Kediri, Selasa (24/1/2023). 

138 anggota PPS yang dilantik itu akan bertugas di 46 kelurahan yang ada di Kota Kediri.

Artinya, di setiap kelurahan ada 3 orang PPS.

Sesuai ketentuan, usia PPS yang dilantik minimal 17 tahun, namun rata -rata yang lolos usia 20 - 50 tahun.

Dari 138 PPS yang dilantik, ada 48,5 persen keterwakilan perempuan. 

Ketua KPU Kota Kediri, Pusporini Endah Palupi menjelaskan, setelah pelantikan anggota PPS akan langsung mendapatkan orientasi tugas karena mulai 26 Januari 2023 sudah mulai membuka rekrutmen petugas Pantarlih. 

Rekrutmen petugas telah dilakukan secara terbuka dan pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Siakba.

Pusporini menjelaskan  hasil tes telah diumumkan secara terbuka. "Kalau ada tanggapan masyarakat hanya yang berkaitan dengan rekam jejak," jelasnya.

Diungkapkan pihak KPU Kota Kediri sebenarnya membuka peluang masuknya warga disabilitas untuk sebagai anggota PPS. Termasuk telah menghubungi koordinator dari disabilitas.

Namun sampai waktu dengan waktu berjalan ternyata tidak ada yang mendaftar. "Sebenarnya kita sudah memberikan akses, namun tidak ada yang mendaftar," ungkapnya.

Petugas  PPS Pemilu 2024  bertugas selama 14 bulan sejak 24 Januari 2023-4 April 2024.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir saat pelantikan menyampaikan selamat dan sukses untuk anggota PPS yang telah dilantik.

"Mudah-mudahan diberi kelancaran dalam bertugas dan jangan menjadi sumber masalah. Pandai-pandailah menempatkan diri, karena kita ingin Pemilu nanti semakin efektif dan efisien, pemilih juga semakin banyak dan tidak ada kecurangan lagi,” pesannya.

Disampaikan, sekarang pemilih didominasi oleh orang dengan usia produktif. Sehingga pendekatan yang harus dilakukan berbeda dengan zaman dahulu ketika Pemilu 2009, 2014 maupun 2019. Nuansa pemilu zaman dulu dengan sekarang pun berbeda.

Jika sekarang ada sesuatu hal yang tidak wajar terjadi saat pesta demokrasi, pasti akan viral di media sosial. Sehingga semua pihak harus bersama-sama menjaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak lazim terjadi. Data pemilih di Kota Kediri sebanyak 221.214 jiwa.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved