Berita Kediri

Wujurkan Santri Melek Hukum, Kejati Jatim Gelar Sosialisasi Hukum di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri

Kejati Jatim menggelar sosialisasi hukum di Pondok Pesantren wali Barokah, Kota Kediri. Tujuannya agar para santri lebih melek hukum.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf (tengah) menyampaikan Sosialisasi Hukum di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Kamis (19/1/2023). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  Jawa Timur bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menggelar Sosialisasi Hukum di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri,  Kamis (19/1/2023).

Kegiatan ini diikuti Pengurus DPW LDII Jatim, Pengurus DPD LDII Kota Kediri, Peradi, Pengurus PC PAC di Kota Kediri dan 250 santri dari Ponpes Wali Barokah.

Pada kegiatan ini, Kejati Jatim mewakilkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf untuk menyampaikan materi sosialisasi hukum. 

Novika mengungkapkan telah 4 kali datang ke Ponpes Wali Barokah dengan kegiatan yang berbeda.

"Kami bangga dengan Ponpes Wali Barokah dan LDII yang selama ini telah menjalin kerja sama yang baik dengan Kejaksaan," ujarnya.

DijelaskanNYA, sosialisasi hukum bagi para santri adalah hal penting supaya mereka sadar dan melek pada hukum. "Secara rutin kami melaksanakan sosialisasi hukum dengan topik hukum diantaranya kekerasan seksual dan radikalisme," ujarnya.

Karena hukum itu terus diperbarui, maka perlunya sosialisasi hukum secara berkala. "Kami siap apabila memberikan sosialisasi hukum secara rutin sebulan sekali kepada santri LDII di Ponpes Wali Barokah," jelasnya.

Sementara Ketua LDII Jatim KH Amrodji Konawi memaparkan tentang tiga target pembinaan generasi muda LDII yaitu berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri.

"Selain tiga target generasi muda LDII, di LDII juga dicanangkan program Mubalig yang Sarjana, Sarjana yang Mubalig. Maka beberapa waktu lalu LDII Jatim bekerja sama dengan UT Surabaya dalam rangka peningkatan skill Mubaligh LDII dalam membina umat," ungkapnya.

Dijelaskan, Indonesia  adalah negara besar yang majemuk, memiliki banyak suku, ras, agama serta pulau yang banyak dan beragam.

Dengan keberagaman tersebut, nilai-nilai moral dalam kebhinekaan supaya tetap diterapkan dalam kehidupan sehari - hari, seperti saling toleransi dalam perbedaan dan saling menghormati satu dengan yang lain.

Menurutnya, perbedaan adalah hal yang wajar di dalam beragama. Karena dengan perbedaan itulah menjadi kekayaan di Indonesia, yang terpenting tetap satu suara yaitu NKRI harga mati. 

"Kami harapkan kerja sama LDII dengan Kejaksaan tidak hanya dalam kegiatan ini, namun bisa berkelanjutan di kegiatan lainnya," ungkapnya.

Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto menyampaikan, bahwa Empat Pilar dalam berbangsa dan bernegara adalah mutlak, tidak bisa diubah, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungal Ika.

Sehingga sudah tepat sosialisasi hukum dilaksanakan untuk santri dan warga LDII sekaligus memperkuat nasehat yang selama ini disampaikan kepada warga LDII, yaitu supaya tunduk dan patuh pada pemerintah yang sah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Peserta yang hadir di acara ini akan bertugas menebarkan ilmu agama di segala penjuru untuk menyuarakan bahwa islam rahmatal lillalamin," jelasnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved