Berita Kediri

Puluhan Warga Terdampak Tindakan Onar Anggota Perguruan Silat di Kediri Dapat Trauma Healing

Puluhan warga terdampak keonaran yang dilakukan anggota perguruan silat di NGadiluwih, Kediri, mendapat trauma healing dari Pemkab Kediri

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/luthfi husnika
Sepeda motor warga yang menjadi sasaran pengrusakan anggota perguruan silat di Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Insiden Ngadiluwih yang terjadi pada awal Januari 2023 kemarin masih menyisakan trauma bagi sebagian warga.

Seperti diketahui, dalam insiden itu, ratusan anggota perguruan silat di Kediri menggeruduk Mapolsek Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. 

Saat itu, rombongan anggota perguruan silat itu juga merusak rumah-rumah warga. Selain itu, seorang lansia meninggal dunia dan puluhan lainnya ketakutan. 

Menyikapi kondisi ini, Pemkab Kediri memberikan pendampingan trauma healing.

Setidaknya terdapat puluhan warga yang masih mengalami trauma dikumpulkan di Balai Desa Wonorejo. Dalam pendampingan trauma healing ini, Dinas Sosial Kabupaten Kediri menggandeng kalangan akademisi dari program studi psikologi Islam, IAIN Kediri.

"Kejadian kerusuhan kemarin memang banyak warga yang mengalami trauma, mulai tingkat ringan sampai berat. Hari ini warga yang menyaksikan kerusuhan itu dihadirkan untuk mengikuti trauma healing," kata Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana, Minggu (15/1/2023).

Pendampingan trauma healing bagi warga terdampak kerusuhan, lanjut Nana, sapaan akrabnya merupakan instruksi langsung dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

"Mas Bupati meminta langsung dilakukan pendampingan trauma healing, supaya dapat terdeteksi mana yang trauma ringan, mana yang berat," ungkapnya.

Bagi warga yang terdeteksi mengalami trauma berat, nantinya akan dilanjutkan dengan pendampingan khusus secara bertahap oleh petugas psikologis klinis. Melalui pendampingan itu diharapkan warga dapat kembali normal tanpa bayang-bayang kejadian kerusuhan yang sebelumnya dilihat.

"Pendampingan ini supaya traumanya tidak berkelanjutan, karena kalau traumanya berat dan berkelanjutan bisa berbahaya, bisa menjadi ODGJ," urainya.

Pendampingan tahap pertama yang dilakukan itu khususnya untuk warga yang sudah dewasa. Sedang, untuk anak-anak pendampingan akan dilakukan di hari berbeda karena membutuhkan perlakuan berbeda.

Selain dari IAIN Kediri, pendampingan trauma healing bagi anak-anak nantinya, berdasarkan rencana juga datang dari pekerja sosial Kementerian Sosial. Adapun pelaksanaan pendampingan dilakukan pada awal pekan depan.

"Pekerja sosial ini khusus menangani anak, nanti pekerja sosial ini akan mendampingi dari IAIN Kediri," ucap Nana.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan yang terjadi Kecamatan Ngadiluwih pada dini hari itu merupakan buntut konflik antar dua perguruan silat. Dalam kerusuhan itu, terjadi pengrusakan rumah, gerobak bahkan pembakaran motor. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved