Berita Blitar

Dipindah, Sejumlah PKL Alun-alun Kota Blitar Kecewa Tidak Dapat Kios Semi Permanen

Sejumlah PKL di Alun-alun Kota Blitar kecewa karena tak dapat kios semi permanen berbahan baja ringan di tempat jualan baru di sisi timur Alun-alun

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Tenda pedagang kaki lima di sisi timur Alun-alun Kota Blitar, Kamis (5/1/2023).  

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mengaku kecewa karena tidak mendapat kios semi permanen berbahan baja ringan di tempat jualan baru di sisi timur Alun-alun Kota Blitar atau Jl Merapi, Kamis (5/1/2023).

Ada sekitar 12 pedagang yang tidak mendapat kios semi permanen berbahan baja ringan di sisi timur Alun-alun Kota Blitar. Mereka hanya mendapat tempat berjualan berupa tenda.

"Sebenarnya kecewa, karena saya dan beberapa pedagang yang tidak dapat kios merupakan pedagang lama di Alun-alun," kata Toni, salah satu PKL yang tidak dapat kios semi permanen berbahan baja ringan di Alun-alun.

Baca juga: Pemkot Blitar Akan Mengusir Secara Halus Burung Kuntul yang Banyak di Alun-alun, Ini Alasannya

Toni bersama 11 pedagang lainnya merupakan PKL di sisi utara Alun-alun Kota Blitar. Mereka juga bagian dari para PKL yang tempat jualannya dipindah dari sisi utara ke sisi timur Alun-alun.

Toni mengatakan penataan tempat berjulan pedagang sudah diatur oleh paguyuban pedagang di Alun-alun.

"Kami cuma dapat tenda, katanya tidak aktif berjualan, padahal kami jualan tidak pernah libur. Malah ada pedagang di luar ring dan tidak pernah jualan dapat kios," ujarnya.

Menurutnya, pengaturan tempat jualan juga terkesan tidak adil. Sebanyak 12 pedagang yang mendapat tenda diletakkan di ujung utara di sisi timur Alun-alun Kota Blitar.

Sedang pedagang yang menempati kios semi permanen diletakkan di sebelah selatan.

"Ada 12 pedagang yang hanya dapat tenda, tidak dapat kios.Katanya akhir 2023 ini akan diberi kios, karena kemarin anggarannya belum ada," katanya.

Toni sebenarnya tidak masalah tempat berjualannya dipindah dari sisi utara ke sisi timur Alun-alun. Ia hanya ingin para pedagang mendapatkan fasilitas yang sama.

"Saya tidak masalah tempat jualan dipindah, saya pakai tenda juga tidak apa-apa, karena saya masih muda, tenaganya masih kuat untuk beres-beres. Kasihan pedagang yang sudah tua tapi tidak dapat kios," kata Toni mewakili pedagang lain yang tidak dapat kios semi permanen.

Pedagang lain, Nuryani (70) mendapat tempat berjualan kios semi permanen berbahan baja ringan. Tapi, satu kios ditempati oleh dua pedagang.

"Di lokasi lama, tempat jualannya luas, hanya pakai tenda, buat dua pedagang masih leluasa. Kalau sekarang jualan di kios, luasnya terbatas, kalau buat dua pedagang repot," kata pedagang soto itu.

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota Blitar, Yosi Yuliardi mengatakan sudah koordinasi dengan Disperindag terkait 12 pedagang yang belum mendapat kios semi permanen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved