Berita Blitar

199 KPM di Kota Blitar Mundur Sebagai Penerima Bansos Setelah Ada Program Stiker

Sebanyak 199 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah di Kota Blitar mundur sebagai penerima bansos.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Petugas menempelkan stiker di rumah keluarga penerima manfaat bansos dari pemerintah di Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Selasa (20/12/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sebanyak 199 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah di Kota Blitar mundur sebagai penerima bansos.

Sejumlah KPM itu mundur saat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar melakukan proses validasi data penerima bansos pemerintah dengan cara memberi labelisasi atau menempelkan stiker bertuliskan keluarga kurang mampu di rumah para KPM bansos pada Desember 2022.

"Per hari ini, total ada 199 KPM bansos yang menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima bansos baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," kata Kepala Dinsos Kota Blitar, Sad Sasmintarti, Rabu (28/12/2022).

Baca juga: Malu Rumah Ditempeli Stiker Keluarga Kurang Mampu, KPM di Kota Blitar Mundur Dari Penerima Bansos 

Sad mengatakan sejumlah KPM mundur sebagai penerima bansos dengan berbagai kriteria, antara lain, mampu, meninggal dunia, pindah atau non domisili Kota Blitar, dan dobel penerima bantuan.

"Sebagian KPM memutuskan mundur sebagai penerima bansos dengan alasan ekonominya sudah meningkat. Mereka mundur secara kesadaran sendiri dan menandatangani surat pernyataan, artinya bukan kehendak Pemkot," ujarnya.

Menurut Sad, kebijakan penempelan stiker bertuliskan keluarga kurang mampu di rumah para KPM bansos memang bertujuan untuk validasi data penerima bansos pemerintah di Kota Blitar.

Dengan adanya validasi ini, ia berharap penyaluran bansos pemerintah di Kota Blitar bisa tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan.

Penempelan stiker dilakukan di rumah KPM bansos baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mulai bantuan beras kesejahteraan daerah (Rastrada), program keluarga harapan (PKH), dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

"Dengan validasi ini, kami berharap penyaluran bansos bisa tepat sasaran," katanya.

Dikatakannya, proses penempelan stiker di rumah KPM bansos sudah selesai pada 27 Desember 2022.

Dari target 16.500 stiker yang disiapkan Dinsos, sudah tertempel sebanyak 12.174 stiker atau sekitar 75 persen di rumah para KPM bansos di Kota Blitar.

Sedang jumlah total penerima bansos baik Rastrada, PKH, dan BPNT di Kota Blitar sebanyak 21.164 KPM.

Rinciannya, penerima Rastrada sebanyak 9.814 KPM, PKH sebanyak 3.554 KPM, dan BPNT sebanyak 7.796 KPM.

"Proses penempelan stiker di lapangan ternyata tidak mudah. Petugas harus bertemu orangnya dulu sebelum menempel stiker. Karena bisa saja rumah yang ditempati penerima bansos itu rumah kontrakan. Kami tidak bisa langsung menempel stiker sebelum tahu kondisinya," ujarnya.

Dinsos segera melaporkan hasil validasi data penerima bansos dengan cara penempelan stiker keluarga kurang mampu di rumah KPM kepada pimpinan untuk dilakukan evaluasi.

"Hasil validasi segera kami laporkan ke Wali Kota untuk dilakukan evaluasi," katanya.

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved