Berita Tulungagung

Polres Tulungagung Kerahkan 685 Personel Untuk Amankan 106 Gereja Selama Operasi Lilin Semeru 2022 

Polres Tulungagung menyiagakan 428 personel gabungan untuk pengamanan natal 2022 dan tahun baru 2023.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto memeriksa kendaraan yang akan digunakan selama Operasi Lilin Semeru 2022. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Polres Tulungagung menyiagakan 428 personel gabungan untuk pengamanan natal 2022 dan tahun baru 2023.

Personel tersebut terdiri dari 257 polisi, ditambah 171 personel gabungan TNI, Satpol PP, Dishub dan para relawan.

Hal itu disampaikan Kapolres Tulungagung, AKP Eko Hartanto, saat apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2022, Kamis (22/12/2022).

"Mulai besok, Rabu 23 Desember hingga 2 Januari 2023 kami menggelar Operasi Lilin Semeru 2022. Jadi selama 11 hari," terang Eko.

Selama Operasi Lilin Semeru 2022, Polres Tulungagung mendirikan 5 Pos Pengamanan.

Lima lokasi yang dijaga adalah GOR Lembupeteng, Pasar Bandung, Jalur Lintas Selatan Pantai Gemah, Ngantru dan Jembatan Ngujang 2.

Selain itu ada dua Pos Pelayanan di Stasiun Tulungagung dan Terminal Gayatri.

"Dan satu lagi ada pos pantau di Gereja Santa Maria Tulungagung. Mudah-mudahan pengamanan Nataru berjalan dengan baik," ujar Eko.

Selain itu Polres Tulungagung juga akan fokus untuk menjaga 106 gereja di Kabupaten Tulungagung.

Ada 685 personel yang disiapkan untuk menjaga gereja selama perayaan natal.

Jadwal ibadah perayaan natal dan jumlah kegiatan perayaan natal juga telah didata.

"Untuk pengamanan gereja, kami juga melibatkan Ormas. Kami bahu membahu untuk pengamanan, menyesuaikan jadwal ibadah setiap gereja," tegas Kapolres.

Sebelumnya kegiatan setiap gereja juga sudah dikomunikasikan lewat Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Tulungagung.

Data itu yang menjadi acuan pengamanan selama perayaan natal.

Sebelumnya akan dilakukan penyisiran gereja yang melibatkan personel Brigade Mobile (Brimob).

"Pasti kami lakukan penyisiran, itu jadi SOP untuk mencegah ancaman bom dan terorisme. Penyisiran adalah bagian deteksi awal," pungkas Eko.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved