Pembunuhan di Junjung Tulungagung

Polisi Menduga Pelaku Pembunuhan Gadis Muda di Tulungagung Sudah Paham Situasi Rumah Korban

Polisi menduga pelaku pembunuhan gadis muda di Junjung, Tulungagung, sudah paham situasi rumah korban. Ini alasannya

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Petugas mengevakuasi jenazah AK (24) dari kamarnya. AK alias Afif adalah gadis muda di desa Junjung, kecamatan Sumbergempol, kabupaten Tulungagung, yang ditemukan tewas di kamarnya, diduga karena dibunuh. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Satreskrim Polres Tulungagung bersama dokter forensik RS Bhayangkara Kediri telah melakukan otopsi terhadpa jenazah AK (24), gadis muda asal Desa Junjung, kecamatan Sumbergempol, kabupaten Tulungagung, yang diduga korban pembunuhan. 

Otopsi tersebut dilaksanakan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Iskak Tulungagung, Senin (19/12/2022) malam.

Hasilnya, polisi menemukan 10 luka tusuk di tubuh korban.

Baca juga: Breaking News, Gadis di Junjung Tulungagung Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh di Kamar

"Luka tusuk itu ada di dada, punggung, tangan dan leher," terang Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra, Selasa (20/12/2022) pagi.

Dari 10 luka tusuk itu, satu di antaranya mengenai paru-paru.

Akibatnya paru-paru korban rusak dan menimbulkan asfiksia, atau kondisi tubuh kekurangan oksigen.

Kondisi asfiksia itulah yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Paru-paru korban kempes, kadar oksigen dalam darah terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia," sambung Agung.

Baca juga: Jenazah Gadis Muda Korban Pembunuhan di Junjung Tulungagung Diotopsi di RSUD dr Iskak

Baca juga: Gadis Muda yang Diduga Korban Pembunuhan di Junjung Tulungagung Ternyata Anak Ketua RW

Masih menurut Agung, senjata yang dipakai pelaku diperkirakan pisau penghabisan.

Pisau panjang itu yang  menembus dada korban hingga ke paru-paru.

Pelaku diperkirakan sudah mempersiapkan senjata ini.

"Tidak ada pisau di rumah korban yang hilang. Kemungkinan pelaku sudah mempersiapkan," tutur Agung.

Hasil otopsi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan seksual.

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Tulungagung telah memeriksa 6 orang saksi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved