Berita Blitar

Dinsos Siapkan 16.500 Stiker Keluarga Kurang Mampu Penerima Bansos di Kota Blitar

Dinsos Kota Blitar menyiapkan 16.500 lembar stiker untuk ditempelkan di rumah-rumah keluarga penerima manfaat bansod dari pemerintah.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Petugas menempelkan stiker di rumah keluarga penerima manfaat bansos dari pemerintah di Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Selasa (20/12/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Penempelan stiker di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (basos) dari pemerintah merupakan bagian upaya validasi data oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar. 

Validasi data yang dilakukan Dinsos Kota Blitar itu bertujuan agar penyaluran bansos dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Kota Blitar, Sad Sasmintarti, Selasa (20/12/2022). Menurutnya, penempelan stiker di rumah KPM bansos merupakan program dari Dinsos Kota Blitar.

Baca juga: Malu Rumah Ditempeli Stiker Keluarga Kurang Mampu, KPM di Kota Blitar Mundur Dari Penerima Bansos 

"Penempelan stiker ini dalam rangka validasi data bagi penerima bansos di Kota Blitar. Validasi data dilakukan agar penyaluran bansos tepat sasaran," kata Sad. 

Sad mengatakan ada sekitar 16.500 KPM yang rumahnya akan ditempeli stiker bertuliskan 'keluarga ini kurang mampu penerima bansos'. 

KPM yang rumahnya ditempeli stiker merupakan penerima bansos mulai PKH, BPNT (sembako), dan bantuan beras kesejahteraan daerah (Rastrada).

"Program penempelan stiker dimulai pada 12 Desember 2022, sampai dua minggu ke depan. Kami dibantu tim dari TKSK, pendamping sosial, RT, RW, dan kelurahan," ujarnya. 

Dikatakannya, data per 19 Desember 2022, sudah ada 15 KPM mengundurkan diri sebagai penerima bansos saat petugas hendak menempelkan stiker di rumahnya.

"KPM yang tidak mau ditempeli stiker alasan obyektif-nya sudah mampu. Mereka mengundurkan diri sebagai penerima bansos," katanya. 

KPM yang mengundurkan diri mendatangani surat pernyataan dan akan dicoret dari daftar penerima bansos pemerintah. Dinsos juga akan melakukan evaluasi terkait data penerima bansos.

"Harapan kami, KPM yang tidak mau ditempeli stiker betul-betul sudah mampu. Kami masih evaluasi, data masih di petugas lapangan," katanya. 

Dikatakannya, penempelan stiker ini benar-benar untuk validasi data penerima bansos di lapangan. 

Misalnya, kata Sad, ada KPM yang rumahnya bagus, tapi masuk keluarga tidak mampu, karena rumah tersebut peninggalan orang tua.

"Data terus bergerak, harapan kami supaya ada validasi data agar penyaluran bansos tepat sasaran. Dengan penempelan stiker, kami bisa melihat kondisi riil KPM, apakah benar tidak mampu atau mampu," ujarnya.

Seperti diketahui, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar mulai menempel stiker di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, Selasa (20/12/2022). 

Sebagian KPM yang merasa sudah mampu dan menolak ditempeli stiker di rumahnya memilih mengundurkan diri sebagai penerima bansos dari pemerintah. 

Stiker yang ditempel di rumah KPM itu bertuliskan: 'keluarga ini kurang mampu penerima bansos'.

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved