Senin, 27 April 2026

Berita Batu

Setelah Bertahun-tahun Dinanti, Museum HAM Munir di Kota Batu Akan Segera Beroperasi

Setelah bertahun-tahun tanpa kejelasan Museum HAM Munir di Kota Batu akan segera beroperasi

Editor: eben haezer
suryamalang/dya ayu
Bangunan Museum HAM Munir di Kota Batu yang akan segera dioperasikan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Setelah bertahun-tahun tanpa ada kejelasan, akhirnya pada Senin (28/11/2022), terjadi kesepakatan dan perjanjian kerjasama pengelolaan Museum Hak Asasi Manusia Munir Kota Batu, antara Pemkot Batu dengan Yayasan Museum HAM Munir, yang diwakili Suciwati, istri mendiang Munir.

Bertempat di Balai Kota Among Tani Kita Batu, penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Suciwati.

“Akhirnya setelah sekian tahun ditandatanganilah kesepakatan bersama untuk mengelola Museum HAM Munir. Sesuai yang sudah kami bicarakan untuk membuat museum ini menjadi center pendidikan HAM di Indonesia dan ini dedikasi negara juga lewat Pemkot Batu terhadap hak asasi manusia,” kata Suciwati, Senin (28/11/2022).

Lebih lanjut Suciwati menuturkan, nantinya museum Munir akan diisi beraneka ragam hal tentang Hak Asasi Manusia, sehingga dapat dijadikan tempat edukasi para pelajar di Kota Batu dan luar Kota Batu.

“Museumnya sudah dibangun tapi belum finish karena setelah kerjasama ini baru akan kami koordinasikan apa saja yang harus kami isikan. Mungkin nanti game HAM yang akan taruh dulu. Isinya nanti kebanyakan soal tantangan dan promosi yang selama ini sudah kami lakukan serta tokoh-tokoh HAM. Untuk kapasitas bisa menampung sekitar 500 orang,” ujarnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berharap Museum HAM Munir akan dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia pada umumnya dan Kota Batu pada khususnya. Terlebih juga dapat mengedukasi siswa di Kota Batu terkait Hak Asasi Manusia.

“Akhirnya semua administrasi sudah lengkap. Mudah mudahan langsung bisa dioperasionalkan museumnya untuk menjadi tempat edukasi, tempat diskusi dan sebagainya. Untuk kapan mulai dan apa saja yang nanti ada di dalamnya itu yang mempersiapkan semuanya dari pihak Yayasan Museum HAM Munir bersama Dinas Pariwisata," kata Dewanti. 

"Kami meminta agar Mbak Suci selaku pengelola bekerjasama juga dengan Dinas Pendidikan supaya anak anak Batu sejak kecil, mulai dari PAUD-TK diajarkan artinya HAM,” jelas Dewanti.

Museum HAM Munir yang merupakan museum HAM pertama di Asia Tenggara itu terletak di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama pada Minggu, 8 Desember 2019 lalu atau bertepatan dengan hari kelahiran aktvis HAM Munir Said Thalib oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indra Parawansa.

Konsep museum terdiri dari tiga lantai sesuai dengan desain pemenang sayembara yang sudah dilakukan sebelumnya. Dibangun dengan total anggaran mencapai Rp 10 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dibangun di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. Lahan itu merupakan aset Pemerintah Kota Batu.

(dya ayu/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved