Breaking News:

Anak Tewas Dianiaya Ibu Kandung

Anak 6 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Kandung di Surabaya, Begini Pengakuan Pelaku

Seorang anak di Surabaya tewas dianiaya oleh ibu kandungnya. Begini pengakuan pelakunya.

Editor: eben haezer
tribunjatim/febrianto ramadhani
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana (baju putih) menunjukkan barang bukti kasus penganiayaan bocah dibawah umur yang dilakukan oleh ibu kandung asal Bulak Banteng, U dan temannya LB, di depan awak media dalam press release di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - AP, seorang anak berusia 6 tahun di Surabaya tewas dianiaya oleh ibu kandungnya, U (32).

Penganiayaan ini juga melibatkan LB (18), teman U. 

Keduanya kini telah ditangkap oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Anak 6 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Kandungnya di Surabaya

Dalam konferensi pers yang digelar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (24/11/2022), iibu korban mengaku sudah kerap memukuli anaknya sejak anaknya itu masih berumur 4 tahun.

Intensitasnya semakin meningkat apabila korban menolak perintah dari tersangka U maupun LB.

"Sering memukul karena saat diperintah untuk membeli sesuatu, tidak sesuai yang diperintahkan. Ketika diperintah untuk mengambilkan suatu barang, sering nangis dan sangat lambat," ujar U.

Emosi U kian bertambah lantaran mendapat omongan tak pantas dari tetangganya yang menyebut kalau AP adalah anak haram. 

Padahal U juga menceritakan, anaknya adalah buah cinta bersama suami sirinya yang sudah meninggal.

Hanya saja keluarga tidak merestui hubungan mereka.

"Saya pukul di bagian belakang lengan. Ada potongan kayu saya pakai buat mukul. Saya penuh emosi waktu itu. Sehari harinya, bekerja sebagai pengamen sama anak saya di Mangga Dua," bebernya.

Sementara itu, ketika ditanya alasan ikut menganiaya AP, LB mengaku tak kuasa menahan amarahnya lantaran pernah diumpat korban.

"Korban mengucapkan kata-kata kotor di depan saya. Saya ikut memukul pakai ukulele satu kali di bagian kepala. Saya sehari-hari tinggal satu kamar kos sama U dan AP. U adalah teman dekat saya," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana, bakal memeriksa kejiwaan kedua tersangka tersebut.

Kronologi Pengungkapan

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved