Berita Trenggalek

Pelajar Hanyut di Sungai Ngasinan Trenggalek Belum Ditemukan, Area Pencarian Diperluas

Pelajar SMP yang hanyut di sungai Ngasinan, Trenggalek, belum ditemukan. Pencarian pun diperluas hingga ke dam Dawung, 10 km dari lokasi awal hanyut

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Pencarian hari kedua korban tenggelam di Sungai Ngasinan, Senin (21/11/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pencarian Ais Ridho Annafi (13), remaja asal Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek yang tenggelam di Sungai Ngasinan masih berlanjut.

Pada hari kedua pencarian atau Senin (21/11/2022), pelajar SMP itu masih belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan menerapkan beberapa strategi pencarian. Jumlah personil yang dikerahkan terjun membantu pencarian ditambah menjadi 75 orang.

Baca juga: Pelajar SMP di Trenggalek Hilang Terseret Arus Sungai Saat Membuat Tanggul Darurat

Selain itu, area pencarian juga diperluas. Tim SAR Gabungan memperlebar jarak pencarian hingga ke Dam Dawung. Ini adalah salah satu titik arah aliran Sungai Ngasinan dari lokasi kejadian.

“Jaraknya sekitar 10 kilometer (km) dari titik korban tenggelam,” kata Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Yoni Fariza.

Ada dua perahu yang dipakai untuk pencarian ini. Satu perahu menyusuri sungai dari arah tempat kejadian perkara (TKP) menuju ke arah dam. Sementara satu perahu lain menyusuri jalur dari arah sebaliknya, yakni dari dam menuju TKP.

Sementara personil lain menyisir daerah di antara dua lokasi tersebut. Mereka menelisik jalur sungai yang berada di kelokan atau jalur yang dipenuhi tumpukan material bambu dan sampah.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja di Kabupaten Trenggalek terseret aliran arus Sungai Ngasinan di pusat kota Trenggalek, Minggu (20/11/2022).

Korban adalah Ais Ridho Annafi (13), warga Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Ia adalah siswa SMPN 4 Trenggalek.

Yoni menjelaskan, korban terpeleset saat ikut dalam kerja bakti pembuatan tanggul di daerah aliran sungai Ngasinan.

“Korban terpeleset ketika berada di DAS Ngasinan dan kami saat ini mengadakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Yoni.

Berbagai unsur digerakkan untuk mencari keberadaan Ais. Sekitar 40-an orang berjibaku mencari korban, baik dari sisi sungai maupun sekitarnya.

Untuk pencarian di sisi sungai, petugas gabungan memanfaatkan dua unit perahu karet.

“Apabila hari ini belum ditemukan, besok jumlah perahu karet akan ditambah,” sambungnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved