Sabtu, 25 April 2026

Berita Kediri

Kota Kediri Luncurkan Aplikasi PAPI ASIK Untuk Ibu Hamil

Pemkot Kediri meluncurkan aplikasi PAPI ASIK untuk ibu hamil. Ini fungsinya

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Peluncuran aplikasi PAPI ASIK di Kota Kediri, Rabu (16/11/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Aplikasi Program Pemantauan Ibu, Anak dan Siklus Kehidupan (PAPI ASIK) diluncurkan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar di Ballroom Hotel Lotus Garden, Rabu (16/11/2022).

Pada kegiatan yang sama juga dilakukan sosialisasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). 

Acara ini menghadirkan dua narasumber. Untuk aplikasi PAPI ASIK, dr Danu Maryoto, Sp.OG (K) dan Sosialisasi SHK disampaikan dr Renita Damayani Sp.A.

Kegiatan ini diikuti 135 orang dari kader Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit di Kota Kediri serta dihadiri perwakilan Kepala OPD terkait.

Walikota menjelaskan, aplikasi PAPI ASIK melayani para ibu hamil di kota Kediri. 

"Kita bisa ngecek dari aplikasi ini, ibu hamil mana yang tidak berisiko, berisiko tinggi, dan sangat tinggi. Jadi kita punya data yang valid ibu hamil mana yang berisiko," ungkapnya.

Dijelaskannya, selama ini data pelayanan kesehatan ibu dan anak dikelola secara manual dan terpisah. Tentu rawan terjadi kehilangan data serta dalam melakukan pelacakan dan pencarian data membutuhkan waktu yang lama. 

Melalui aplikasi PAPI ASIK data akan lebih valid, terintegrasi dan real time. Data tersebut digunakan Pemkot Kediri untuk melakukan intervensi. 

Sebab ibu hamil berisiko tinggi harus tertangani dengan baik untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. 

"Ibu hamil berisiko tinggi kalau tidak tertangani dengan baik dekat dengan kematian. Asyiknya aplikasi ini memberikan data yang valid sehingga kita bisa tahu penanganan apa yang harus segera kita lakukan. Jadi ibaratnya kalau kita mau intervensi pakai program tepat sasaran," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menambahkan, aplikasi PAPI ASIK digunakan oleh kader posyandu dan masyarakat Kota Kediri.

Tahun ini ada sekitar 4.000 ibu hamil dan 20 persennya berisiko tinggi. Nanti ketika data sudah terinput di aplikasi PAPI ASIK akan ada warning sistem ke Puskesmas apabila ibu hamil mendekati waktu persalinan. 

Sementara untuk SHK merupakan program dari Kementerian Kesehatan. SHK dilakukan pada bayi baru lahir dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam.

Bayi baru lahir akan diambil darah 2 hingga 3 tetes untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Nantinya bisa dideteksi apakah bayi  menderita penyakit konginetal atau berisiko terkena penyakit konginetal. 

"Harapannya semua masyarakat bisa teredukasi dengan baik mengenai aplikasi PAPI ASIK dan SHK ini. Nantinya bisa terbentuk sumber daya manusia di Kota Kediri yang berkualitas," harapnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved