Berita Trenggalek

Pemkab Trenggalek Bakal Punya Tim Ahli Cagar Budaya

Pemkab Trenggalek berencana membentuk tim ahli cagar budaya atau TACB yang berlatarbelakang dari berbagai bidang ilmu

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Candi Brongkah, salah satu cagar budaya di Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemkab Trenggalek berencana membentuk tim ahli cagar budaya atau TACB.

Hingga saat ini, pemkab belum memiliki tim ahli yang bertugas untuk memberikan rekomendasi penetapan, peningkatan, dan penghapusan cagar budaya itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto menjelaskan, TACB akan dibentuk dalam waktu dekat.

Salah satu hambatan pembentukan tim tersebut, yakni ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan klasifikasi.

Anggota TACB merupakan tenaga ahli pelestarian dari berbagai bidang ilmu. Mereka juga harus tersertifikasi sesuai kompetensi masing-masing.

Sayangnya, menurut Sunyoto, tak mudah untuk menemukan tenaga ahli seperti itu dari Kabupaten Trenggalek.

Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan daerah lain dalam pembentukan TACB.

"Kami akan membentuk tim ahli cagar budaya yang memang di Trenggalek belum ada. Karena tenaga TACB itu memang harus ada spesifikasi dan harus sudah tersertifikasi, mungkin kami akan kerja sama dengan daerah lain," kata Sunyoto.

Dengan kerja sama itu, pihaknya berharap kerja sama dari daerah luar itu dapat mengisi keangggotaan TACB Kabupaten Trenggalek untuk sementara waktu.

"Barangkali di situ bisa untuk sementara waktu kami jadikan sebagai TACB kabupaten Trenggalek," kata dia.

Sembari itu, pihaknya juga akan mempersiapkan potensi sumberdaya manusia yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk bisa menjadi anggota TACB ke depannya.

Berdasarkan laman Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TACB di tingkat kabupaten bisa diangkat atau diberhentikan oleh bupati.

Tim tersebut, untuk tingkat kabupaten, berisi 5-7 orang. Masa kerja tim tersebut selama 2 tahun dan bisa diangkat kembali.

Ada beberapa poin utama tugas TACB. Antara lain, melakukan kajian atas berkas yang diusulkan sebagai cagar budaya, merekomendasikan objek pendaftaran yang berupa benda cagar budaya dan/atau situs cagar budaya, dan merekomendasikan penetapan cagar budaya.

Catatan Tribunmataraman.com, jumlah cagar budaya yang teregristrasi di Kabupaten Trenggalek tergolong minim.

Baru ada lima cagar budaya yang teregristrasi di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Kelima cagar budaya itu, yakni Candi Brongkah di Kecamatan Pogalan, Makam Margoayu di Pogalan, situs Semarum di Durenan, kelompok arca di kawasan pendopo, dan prasasti Kamulan yang juga berada di kawasan pendopo.

(Aflahul abidin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved