Tragedi Kanjuruhan

Ini 8 Dokter Forensik yang Bakal Mengautopsi Aremanita, Kakak Beradik Korban Tragedi Kanjuruhan

Dua jenazah kakak beradik yang akan diautopsi bernama, Natasya Debi Ramadhani (16), dan Nayla Debi Anggraeni (13).

tribunjatim/danendra kusumawardan
Fathir saat mengenang mendiang sepupunya yang jadi korban Tragedi Kanjuruhan, di depan patung kepala Singa. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I SURABAYA- Delapan dokter forensik akan dikerahkan dalam pelaksanaan autopsi dua jenazah Aremanita, kakak beradik yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (5/11/2022) besok.

Dua jenazah kakak beradik yang akan diautopsi bernama, Natasya Debi Ramadhani (16), dan Nayla Debi Anggraeni (13), yang dimakamkan di Tempat Makam Umum (TPU) kawasan Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Dokter forensik yang dilibatkan dalam proses autopsi dua Aremanita tersebut, merupakan anggota Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jatim.

Penunjukan delapan dokter ahli forensik itu didasarkan pada lampiran Surat Keterangan (SK) PDFI Cabang Jawa Timur, bernomor 20/PDFI-JATIM/X/2022, tanggal 30 Oktober 2022.

Pada pelaksanaan autopsi korban Tragedi Kanjuruhan, delapan dokter dibagi dalam tiga struktur pelaksana tugas.

Yakni, sebagai penasihat, terdiri dari dua dokter yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Atribut suporter dan bunga dibawa suporter lintas komunitas di Tuban saat menggelar doa bersama untuk Aremania korban tragedi Kanjuruhan.
Atribut suporter dan bunga dibawa suporter lintas komunitas di Tuban saat menggelar doa bersama untuk Aremania korban tragedi Kanjuruhan. (tribunjatim/m sudarsono)

Meliputi, Prof Dr Med dr HM Soekry Erfan Kusuma, Sp FM Subsp. SBM (K) DFM, dan Prof Dr H Ahmad Yudianto, dr Sp FM Subsp. SBM SH, M Kes

Kemudian, bertindak sebagai ketua tim autopsi, Nabil Bahasuan, dr SpFM.,SH.,MH, yang juga menjabat sebagai Ketua PDFI Cabang Jatim juga merupakan dokter forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.

Selanjutnya, lima orang anggota dokter pelaksana dalam autopsi tersebut, yakni:

1) Abdul Aziz, dr. Sp. FM (RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

2) Deka Bagus Binarsa, dr., Sp. FM
(RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang / Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang)

3) Edy Suharto, dr, Sp. FM (RSUD Syarifah Ratoe Ebo Kabupaten Bangkalan Madura)

4) Nily Sulistyorini, dr., Sp. FM (Fakultas Kedokteran Unair Surabaya)

5) Rahmania Kemala Dewi, dr. Sp. FM (RS Unair Surabaya)

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved