Press Release

Risma Pastikan Kemensos Konsisten dan Komitmen Mendampingi Difabel

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menegaskan bahwa selama pandemi Covid-19, Kemensos RI konsisten mendampingi kelompok difabel. 

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Mensos Tri Rismaharini saat berdialog dengan para korban longsor di Nyawangan, Tulungagung. Saat di UKDC Surabaya, Risma menegaskan bahwa Kemensos aktif mendampingi difabel selama pandemi covid-19 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menegaskan bahwa Kemensos RI konsisten mendampingi kelompok difabel, terlebih di masa pandemi covid-19. 

Apalagi, dampak pandemi yang besar terhadap masyarakat diyakini bukan hanya berdampak pada warga biasa, tetapi juga bagi perekonomian kelompok difabel.

Demikian disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma, dalam seminar yang diselenggarakan Universitas Katolik Darma Cendika atau UKDC, Surabaya, Sabtu (29/10/2022).

“Ketika saya masuk menjadi Menteri saat pandemi, saya minta perubahan anggaran. Anggaran untuk pembangunan fisik gedung diganti menjadi program untuk mendukung difabel saat pandemi,” ungkap Risma berdasarkan rilis tertulis kepada redaksi. 

Di hadapan komunitas difabel dan mahasiswa UKDC, Risma menyampaikan berbagai program Kemensos yang telah dilaksanakan untuk mendukung produk inovasi bagi difabel maupun program pemberdayaan difabel.

Menurut Risma, berbagai pengalamannya saat menjadi Walikota Surabaya mendorongnya untuk mendukung inovasi yang dapat membantu difabel.

“Saat saya menjadi walikota, ada warga difabel yang hampir menjadi korban kebakaran karena dia tidak mengetahui rumahnya terbakar. Pengalaman ini mendorong saya untuk mendukung inovasi tongkat penuntun adaptif. Tongkat ini dapat memberikan peringatan jika ada api, asap, dan genangan air,” sambung Risma.

Selain meluncurkan berbagai program, Risma juga berharap setiap warga difabel dapat memunculkan kelebihan yang belum tentu orang normal miliki sehingga potensi yang dimiliki difabel juga dapat berkembang. Masyarakat juga harus lebih terbuka kepada warga difabel, khususnya mereka yang difabel mental dan berharap pemasungan terhadap difabel mental tidak lagi dilakukan masyarakat.

Pandangan Risma diamini oleh Budiyanto, guru besar dan Kepala Pusat Studi Layanan Disabilitas Universitas Negeri Surabaya, yang juga hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut.

“Saat ini semakin banyak perusahaan yang terbuka bagi difabel. Mereka mempekerjakan warga difabel dan mampu menghasilkan luaran yang sama kualitasnya dengan warga pada umumnya. Ini menunjukkan bahwa difabel punya kemampuan setara dengan yang lain,” pungkas Budiyanto.

(tribunmataraman.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved