Rabu, 8 April 2026

Berita Kediri

Hasil Rajutan Warga Singonegaran Kediri Tembus ke Pasar Mancanegara

Pelatihan merajut yang pernah diikuti ibu -ibu di Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri mulai memperlihatkan hasil. Produknya sudah ke luar negeri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Kelompok rajut Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri telah mampu membuat produk yang mulai merambah ke pasar mancanegara. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pelatihan merajut yang pernah diikuti ibu -ibu di Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri mulai memperlihatkan hasil. 

Kini hasil rajutan mereka telah terjual sampai ke mancanegara. 

Kegiatan pelatihan rajut sendiri bermula saat Pandemi Covid 19. Saat itu  ibu-ibu bingung mengisi aktivitas di rumah sehingga ada kegiatan pelatihan benang rajut.

Awalnya pelatihan rajut hanya diikuti 9 orang peserta yang tergabung dalam kelompok rajut.

Sekarang sudah ada 25 orang yang ikut merajut dan membuka usaha bersama dengan nama Kelompok Rajut Bertumbuh Benang Emas

Miko, Bagian Promosi di Kelompok Rajut Bertumbuh Benang Emas menjelaskan, produk hasil rajutan telah dijual sampai luar negeri seperti ke Taiwan dan  Hongkong. 

"Kami bisa jual ke luar negeri  promosinya melalui teman, akhirnya bisa terhubung sampai luar negeri, dibawa oleh para TKW dan TKI,” jelasnya, Rabu (26/10/2022). 

Meski masih terbilang baru, produk rajutan kelompok rajut Kelurahan Singonegaran masih belum dipasarkan secara online. 

Rencana untuk merambah ke penjualan online masih dipersiapkan tenaga berikut ragam produknya. Karena saat ini produknya hanya tas, dompet, peci dan sebagainya. 

“Belum bisa membuat sweater dan sepatu karena untuk membuat produk itu butuh latihan lebih lanjut. Produk kami dibuat dengan menggunakan tangan atau handmade,” jelas Miko. 

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang mengetahui produk Kelompok Rajut Bertumbuh Benang Emas saat acara dialog Kopi Tahu langsung  memesan produk rajutan buatan masyarakat. 

“Saya pesen buatin tas laptop 5. Salah satunya warna biru dan modelnya simpel,” ujarnya.

Malahan Walikota juga menawarkan produk rajutan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga warga yang hadir di acara Kopi Tahu. 

“Kepala OPD dan Ibu-ibu kalau mau silakan pesan. Kalau sekarang harganya masih murah, tapi 1-2 tahun lagi sudah tidak ada orang yang bisa merajut pasti harganya tinggi,” ungkapnya. 

Apalagi produk rajutan buatan warga Kelurahan Singonegaran kualitasnya juga bagus. Terlebih Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan  untuk memakai produk asli Indonesia. 

Sehingga tidak perlu jauh-jauh bila ada tetangga yang menjual produk bagus, beli dan larisi dagangannya. Upaya ini sekaligus membuat perputaran  perekonomian di Kota Kediri.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved