Berita Ponorogo

Retakan Tanah di Lereng Gunung Wilis Makin Besar, Takut Longsor 260 Warga Ponorogo Pilih Mengungsi

Mereka khawatir tanah longsor yang terjadi di Gunung Banyon, lereng Gunung Wilis semakin besar hingga menimpa rumah mereka.

Sofyan arif Candra
Warga Dukuh Krajan Desa Talun Kecamatan Ngebel Ponorogo Mengungsi ke SDN 1 Talun 

TRIBUNMATARAMAN.COM I PONOROGO - 260 warga Dukuh Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo mengungsi dari rumahnya, Minggu (23/10/2022).

Mereka khawatir tanah longsor yang terjadi di Gunung Banyon, lereng Gunung Wilis semakin besar hingga menimpa rumah mereka.

Sejak tahun 2016 mereka harus siaga setiap musim hujan datang.

Lantaran retakan tanah yang terdeteksi bisa sewaktu-waktu longsor saat hujan deras mengguyur Kecamatan Ngebel.

"Ada beberapa titik retakan sehingga zona di bawahnya menjadi zona merah. Setiap musim penghujan retakannya semakin jelas, dan masyarakat waspada," kata anggota BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, Senin (24/10/2022).

Tahun ini, saking derasnya hujan, sebuah sumber air di Gunung Banyon mengeluarkan air bersama lumpur.

"Lumpur jatuh bersama batu dan pohon yang ada di lintasannya," lanjutnya.

Celakanya, longsoran tanah tersebut membuat pipa air terputus sehingga air dari pipa tersebut terus menggerojok.

"Kalau terus ditambah air, ada hujan deras lagi bisa berpotensi longsor," ucap Hadi.

Untuk itu setidaknya 80 kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah kepala desa setempat, masjid, dan juga SDN 1 Talun.

"Suara reruntuhannya ini keras, bergemuruh, sehingga masyarakat juga panik," tambahnya. (Sofyan Arif Candra)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved