Berita Kediri

Gudang Garam Jadi Penyumbang Terbesar Penerimaan dari Kepabeanan dan Cukai di Kediri Raya

Pabrik Rokok Gudang Garam menjadi penyumbang terbesar penerimaan kepabeanan dan cukai di Kediri Raya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Nurwedi Tjahjono (dua dari kiri), Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A- 1 Kediri sewaktu memberikan penjelasan pada Assets and Liabilities Committe (Alco) Regional Wilayah Kediri Raya, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sampai bulan Agustus 2022 realisasi pendapatan negara di lingkup wilayah Kediri Raya sebesar Rp 23.152.430.542.933. 

Rinciannya penerimaan perpajakan Rp 1.286 triliun dan penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 21.561 triliun serta penerimaan negara bukan pajak (PNPB) Rp 304.48 miliar.

Hal itu diungkapkan Nurwedi Tjahjono, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A- 1 Kediri sewaktu memberikan penjelasan pada Assets and Liabilities Committe (Alco) Regional Wilayah Kediri Raya, Jumat (30/9/2022).

Dijelaskannya, dibandingkan dengan posisi yang sama pada 2021, pendapatan negara untuk wilayah Kediri Raya menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Penerimaan perpajakan tumbuh 4,83 persen, penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh 11,25 persen dan PNPB tumbuh 34,33 persen.

Tingginya penerimaan dari kepabeanan dan cukai disumbangkan keberadaan Pabrik Rokok Gudang Garam di Kota Kediri.

Tahun 2021 penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 19.379 triliun naik secara signifikan menjadi Rp 21.561 triliun pada tahun 2022. Kenaikan ini berdampak kepada surplus APBN wilayah Kediri Raya.

Sementara penerimaan pajak dari Kabupaten Trenggalek sebesar Rp 86,88 miliar menurun 28 persen dibandingkan tahun 2021 pada periode yang sama sebesar Rp 120.14 miliar.

Penurunan ini disebabkan tahun 2021 terdapat pembangunan Bendungan Tugu dan Bendungan Bagong.

Sementara pengungkapan sukarela dari Kabupaten Trenggalek jumlah wajib pajak yang telah mengungkapkan secara sukarela sejumlah 162 wajib pajak dengan nilai Rp 4,58 miliar.

Sedangkan penerimaan pajak untuk wilayah Kota Kediri sebesar Rp 321,21 miliar tumbuh 54 persen dibandingkan tahun 2021. 

Target penerimaan pajak turun karena ada perpindahan wajib pajak besar dari KPP Pratama Kediri ke KPP Pratama Madya Malang.

Sementara pengungkapan sukarela untuk wilayah Kota Kediri 1.170 wajib pajak telah mengungkapkan secara sukarela dengan nilai Rp 69,551 miliar.

Penerimaan pajak untuk wilayah KPP Pratama Pare yang meliputi Kabupaten Kediri dan Nganjuk meningkat dibandingkan tahun 2021 sebesar 487,15 miliar tumbuh 38,40 persen dan program pengungkapan sukarela terdapat 1.247 wajib pajak dengan nilai Rp 83.48 miliar.

"Suksesnya program pengungkapan sukarela menunjukkan kesadaran wajib pajak yang semakin baik serta peningkatan perekonomian pelaku usaha maupun pribadi di wilayah Kediri Raya," ungkapnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)
 

--

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved