Berita Tulungagung

51 Peristiwa Kebakaran di Tulungagung Hingga September 2022, Penyebabnya Dominan Korsleting Listrik

Sejak Januari hingga September 2022 terjadi 51 kali kebakaran di Kabupaten Tulungagung. Penyebabnya didominasi korsleting listrik

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
ist
Kebakaran rumah di Desa Katerban, Kecamatan Senori, kabupaten Tulungagung, Minggu (18/9/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sejak Januari hingga September 2022 terjadi 51 kali kebakaran di Kabupaten Tulungagung.

Faktor pemicu paling banyak adalah hubungan pendek arus listrik, disusul kelalaian manusia.

Angka kejadian ini relatif lebih tinggi dibanding tahun lalu, yang mencapai 50 kejadian.

"Tahun lalu sekitar 50 kejadian, sementara sekarang di September sudah 51 kejadian. Semoga sisa 3 bulan ini tidak ada kejadian lagi," ucap Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Tulungagung, Gatot Sunu.

Kebakaran akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik sebanyak 19 kejadian.

Kelalaian manusia sebanyak 17 kejadian, seperti membakar sampah, putung rokok, masak di tungku lalu ditinggal dan obat nyamuk.

Lalu ada kebocoran gas elpiji yang memicu 7 kejadian kebakaran.

Empat kebakaran dipicu faktor alat, seperti pemanas air, kebocoran tungku pengering dan pemanas kayu.

Lalu ada tiga kejadian yang tidak diketahui penyebabnya, dan satu kejadian karena korsleting kelistrikan sepeda motor.

Dari seluruh kejadian ini kerugian yang ditimbulkan mencapai miliaran rupiah.

"Data miliaran rupiah ini kami dapatkan berdasar wawancara dengan para korban," sambung Gatot.

Lanjutnya, dua atau tiga hari setelah kebakaran tim Damkar akan kembali ke  lokasi.

Mereka akan memastikan penyebab kebakaran.

Selain itu tim  juga melakukan wawancara detail kerugian, mulai dari bangunan, alat yang terbakar dan material lain yang rusak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved