Berita Madiun

Tekan Inflasi dan Angka Stunting, Pemkab Madiun Gelar Operasi Pasar Murah

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun menggelar operasi pasar murah untuk menekan inflasi.

Editor: eben haezer
tribunjatim/sofyan arif candra
Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun menggelar operasi pasar di Balai Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun menggelar operasi pasar di Balai Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (29/9/2022).

Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, gula pasir, mie instan, hingga bawang merah dan bawang putih.

Operasi pasar mendapatkan antusias yang tinggi dari masyarakat sekitar. 

Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Toni Eko Prasetyo mengatakan operasi pasar tersebut dilakukan untuk mengendalikan inflasi pasca kenaikan harga BBM.

"Selain itu dengan tersedianya sembako yang murah ini bertujuan untuk mencegah sekaligus menurunkan angka stunting di Desa Mojorejo," kata Toni, Kamis (29/9/2022).

Menurut Toni, berdasarkan surat keputusan Bupati Madiun, terdapat sejumlah desa yang menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting tahun 2022, salah satunya Desa Mojorejo.

"Oleh karena itu kami sediakan bahan pokok yang murah, berkualitas, dan dekat dengan masyarakat," lanjutnya.

Pemkab Madiun sendiri menggunakan sistem subsidi untuk menghadirkan sembako murah di tengah masyarakat ini.

Misalnya saja beras 1 kilogram mendapatkan subsidi Rp 3 ribu. Dari yang sebelumnya Rp 9.500 menjadi Rp 6.500.

Lalu minyak 1 liter juga mendapatkan subsidi Rp 3 ribu. Dari yang sebelumnya Rp 13.500 menjadi Rp 10.500 perliter.

Begitu juga gula mendapatkan subsidi Rp 3 ribu. Dari yang sebelumnya Rp 13.500 menjadi Rp 10.500 perkilogram.

Sedangkan telur mendapatkan subsidi Rp 4 ribu. Dari yang sebelumnya Rp 24 ribu perkilogram menjadi Rp 20 ribu perkilogram.

Lalu mie instan mendapatkan subsidi Rp 500. Dari yang sebelumnya Rp 3.500 menjadi Rp 2.800 perbungkus.

Sedangkan bawang merah dan bawang putih mendapatkan subsidi yang sama yaitu Rp 4 ribu perkilogram.

Bawang merah dijual dengan harga Rp 20 ribu perkilogram dari harga sebelumnya Rp 24 ribu. Lalu bawang putih dijual Rp 14 ribu perkilogram dari harga sebelumnya Rp 18 ribu perkilogram.

"Kita membawa 1 ton beras, 900 liter minyak goreng, 900 kilogram gula, 250 kilogram telur, 115 Kilogram bawang merah dan 115 kilogram bawang putih, serta 1.000 bungkus mie instan," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved