Berita Surabaya

BRI Imbau Nasabah Waspadai Penipuan Bermodus Social Engineering, Apa Itu?

BRI meminta para nasabahnya mewaspadai penipuan modus social engineering yang bisa menguras isi tabungan. Bagaimana caranya?

Editor: eben haezer
tribunjatim/sofyan arif candra
Nasabah BRI, Hari Wahyudi Kehilangan Uang Rp 322,9 Juta di Rekeningnya dalam waktu 70 menit saja. BRI Meminta para nasabahnya mewaspadai penipuan modus social engineering seperti dialami Hari Wahyudi 

TRIBUNMATARAMAN.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) atau BRI meminta para nasabahnya mewaspadai penipuan dengan modus social engineering

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nasabah BRI kehilangan uang tabungan senilai Rp 322,9 juta setelah menerima telepon dari orang tak dikenal. 

Kejadian itu adalah salah satu bentuk kejahatan penipuan modus social engineering.

Sebagai informasi, social engineering merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data transaksi perbankan korban. Media yang digunakan untuk melancarkan modus ini beragam, mulai telepon, surat masa singkat (SMS), e-mail, hingga media sosial.

Baca juga: Duh, Tabungan Rp 322 Juta di Bank Plat Merah Amblas Setelah Terima Telepon Orang Tak Dikenal

BRI menyebutkan, pihaknya senantiasa melakukan edukasi dalam setiap kesempatan baik melalui media sosial maupun dalam pertemuan-pertemuan umum dan khusus.

"Penipuan online dengan modus social engineering masih marak terjadi. Salah satunya adalah penipuan mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dilakukan melalui pesan singkat dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Amaliyah Rahajeng, Regional Operation Head BRI Kanwil Surabaya, Rabu (28/9/2022).

Amaliyah menyampaikan, BRI mengimbau nasabah untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan dan tidak memberikan data pribadi kepada siapa pun. Kewaspadaan tersebut dapat mencegah terjadinya pencurian dan penyalahgunaan data perbankan nasabah.

Baca juga: Tabungan Rp 322 Juta Milik Nasabah Bank Plat Merah yang Raib Harusnya Dipakai untuk Bangun Sekolah

Baca juga: Uang Rp 322 Juta Milik Nasabah Ludes Tiba-tiba, Bank Plat Merah Akan Ganti Bila Ada Kesalahan Sistem

Amaliyah juga meminta nasabahnya untuk tidak mengeklik link yang dikirimkan dalam pesan penipuan tersebut maupun memberikan data pribadi dan data perbankan secara lisan terhadap modus penipuan melalui telepon.

"Biasanya pelaku mempengaruhi dan menggiring nasabah untuk mengikuti apa yang diinstruksikan. Biasanya terkait undian hadiah dan lainnya, psikologinya dimainkan," ungkap Amaliyah.

Lebih lanjut, Amaliyah menegaskan, BRI tidak pernah memberikan hadiah tiba-tiba. "Kalau ada link yang aneh-aneh itu baik lewat WA dan lainnya, jangan diikuti. Sebaiknya tanya ke BRI," tegasnya.

Amaliyah juga mengungkapkan, bahwa BRI selalu menginformasikan seluruh layanannya kepada nasabah hanya melalui saluran komunikasi resmi.

"Kami resminya ada tulisannya BRI Info, kalau di BRIMO itu ada update rutin informasi. Selain itu di unit kerja operasional, di CS maupun teller akan selalu mengingatkan akun-akun resmi BRI," bebernya.

"Adapun untuk data perbankan yang perlu dijaga kerahasiaannya oleh nasabah antara lain nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password digital banking, dan one-time password (OTP)," pungkas Amaliyah.

(Sri Handi Lestari/tribunmataraman.com).

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved