Berita Kediri

15 Pendekar Silat di Kediri Diringkus Karena Lakukan Pengeroyokan

Sebanyak 15 pendekar silat diamankan Satreskrim Polres Kediri karena terlibat dalam aksi pengeroyokan. 

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/luthfi husnika
15 anggota perguruan silat berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Kediri. Mereka semua diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan hingga pembacokan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sebanyak 15 pendekar silat diamankan Satreskrim Polres Kediri karena terlibat dalam aksi pengeroyokan

Mereka tak hanya berasal dari wilayah Kediri, namun juga dari beberapa daerah lain di luar Kediri.

Polisi juga menyita barang bukti seperti senjata tajam dan kayu yang diduga dipakai untuk menjalankan aksi mereka.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, adanya pengamanan terhadap 15 anggota perguruan silat ini lantaran sebelumnya terjadi insiden.

"Baik pelaku maupun korban dalam kasus ini sama-sama dari perguruan silat. Motifnya mencari keadilan," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika, Selasa (27/9/2022).

Kejadiannya sendiri, lanjut AKP Rizkika bermula ketika ada gelaran pesta rakyat di wilayah Kediri selatan, Sabtu (17/9/2022).  Saat pesta tersebut ada kelompok lingkungan ganas (ligas) yang berisi berbagai macam anggota perguruan silat melakukan konvoi.

Saat itu diduga terjadi bentrok yang berujung pada pengeroyokan salah satu anggota perguruan silat. "Yang menjadi korban adalah salah satu perguruan silat yaitu IKSPI," ucapnya AKP Rizkika.

Karena korban tidak terima, dua hari kemudian teman-temannya bermaksud mencari keadilan dengan melakukan konvoi dan sweeping di wilayah Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. 

Mereka melakukan aksi pembacokan yang ternyata korbannya adalah perguruan silat PSHT. Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada Minggu (25/9/2022) di wilayah Kecamatan Kras terjadi kembali pengeroyokan yang dilakukan oleh PSHT. Sedangkan, korbannya adalah dari perguruan Pagar Nusa. 

"Kejadian ini dilaporkan ke Satreskrim Polres Kediri yang kemudian ditindaklanjuti oleh anggota dengan penyelidikan," ungkap AKP Rizkika. 

Dari hasil penyelidikan, sebanyak 15 pelaku berhasil diamankan, empat di antaranya merupakan anak di bawah umur. Meski demikian, anggota masih terus memburu tiga pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga menjadi provokator bentrokan antar perguruan silat. 

"Intinya kejadian ini semua saling berkorelasi dan berkaitan yang melibatkan beberapa perguruan silat," bebernya. 

Kasat Reskrim mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati jika bepergian malam hari. Tak hanya itu, kepada seluruh anggota perguruan silat jika terjadi tindak pidana saat kegiatan konvoi yang mengakibatkan adanya korban, maka anggota tidak segan akan memproses secara hukum yang berlaku. 

"Kita tak pandang bulu, selama menggangu kamtibmas kami akan proses," tutupnya.

(Luthfi Husnika/tribunmataraman.com)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved