Berita Kediri

Wali Kota Kediri Melantik Tujuh Pejabat Baru Pemkot Kediri, Berikut Daftarnya

Wali Kota Kediri melantik tujuh pejabat baru di lingkungan Pemkot Kediri. Berikut daftarnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Sejumlah pejabat baru di lingkungan Pemkot Kediri yang dilantik Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Jumat (23/9/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 6 orang aparatur sipil negara (ASN) dengan jabatan administrator dan satu ASN dengan jabatan pengawas di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri,  Kamis (22/9/2022). 

Para pejabat administrator (eselon III) yang dilantik adalah Alfan Sugiyanto sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Gambiran, Moch Baidowi sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Desy Vita Sulistyaningrum sebagai Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Candrajaya sebagai Kepala Bagian Keuangan RSUD Gambiran, Yudi Santosa sebagai Kepala Bagian Umum RSUD Gambiran, dan Aries Ahmad Chudori sebagai Kepala Bidang Kepemudaan Disbudparpora. 

Sementara pengawas (eselon IV) yang dilantik yakni Agus Cahyo Wicaksono sebagai Kasubbag Umum Disbudparpora. 

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan, perpindahan adalah bagian dari tour of duty yang harus dilalui oleh setiap ASN dan setiap orang yang bekerja. 

Tentu, yang menjadi pendekatan pemerintah daerah saat ini adalah pelayanan kepada masyarakat yang harus disesuaikan dengan zamannya.

 “Saya berharap saudara-saudara bisa bekerja dengan ikhlas, sepenuh tenaga, dengan kreativitas tanpa batas untuk masyarakat Kota Kediri,” ungkapnya.

Para ASN diharapkan membiasakan brainstorming dalam memecahkan permasalahan yang ada. Semua permasalahan harus diselesaikan, dicarikan solusi, bukan untuk dibiarkan saja.

"Kalau dibiarkan, pasti akan menjadi hutang dan akan menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak," ungkapnya. 

Dijelaskan, saat ini mau tidak mau, harus bisa berkolaborasi dan pastinya harus ada persaingan dalam banyak hal.

"Bisa membuat program bagus atau tidak, kita bisa melayani secara baik atau tidak. Tentu nanti akan dibanding-bandingkan,” ujarnya. 

Walikota juga  meminta agar memberikan pelayanan kepada masyarakat berbasis IT. Semua Standard Operating Procedure (SOP) yang kurang jelas, menggantung dan multi tafsir harus diselesaikan. Fokus dalam bekerja agar masyarakat tahu bahwa ASN  bekerja dengan sungguh-sungguh.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved