Berita Trenggalek

Tak Akan Berdampak Signifikan, APBD Trenggalek 2023 Diproyeksi Naik 4 Persen

APBD Kabupaten 2023 Trenggalek diproyeksikan naik sekitar 4 persen dari tahun sebelumnya. Dampaknya diperkirakan tak akan signifikan

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman/aflahul abidin
Pengesahan APBD Perubahan Kabupaten Trenggalek, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - APBD Kabupaten 2023 Trenggalek diproyeksikan naik sekitar 4 persen dari tahun sebelumnya.

Kenaikkan itu setara dengan Rp 75 miliar, dan menjadikan APBD Kabupaten Trenggalek tahun depan menjadi Rp 1,9 triliun.

Pemkab dan DPRD menganggap, kenaikkan itu tak signifikan. Namun, pemkab optimistis pembangunan tetap bisa berlangsung secara maksimal.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah M Natanegara mengatakan, peningkatan nilai APBD belum maksimal.

Jika dibandingkan, anggaran yang dikelola pemkab masih tahun ini masih lebih signifikan dampaknya.

Soalnya, pada 2022, pemkab menerima dana pinjaman program pemulihan ekonomi (PEN).

"Ada peningkatan, tapi belum maksimal. Tidak seperti tahun sebelumnya [tahun 2022]," kata Syah.

Selain itu, APBD Kabupaten Trenggalek 2023 juga diprakirakan mengalami defisit sekitar 3 miliar.

"Soal ini nanti akan dibahas untuk dicarikan solusinya dengan DPRD," sambung Syah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Agus Cahyono menjelaskan, pemkab menanggung cicilan biaya bayar utang program PEN dan penyisihan dana untuk Pelkada 2024.

Total anggaran untuk alokasi itu senilai Rp 65 miliar. Rinciannya, Rp 50 miliar untuk mencicil utang dan Rp 15 miliar untuk persiapan Pilkada.

"Jadi meski ada peningkatan Rp 75 miliar, tapi ada juga pengeluaran yang tidak ada di tahun-tahun sebelumnya senilai Rp 65 miliar," kata dia.

Melihat fakta itu, ia menyebut tidak akan ada hal signifikan apabila merujuk pada nominal APBD 2023.

(Aflahul Abidin/tribunmataraman.com)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved