Berita Trenggalek

Lewat Regsosek, Bupati Trenggalek Dorong Data Detail Jadi Dasar Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mendorong penggunaan data menjadi pijakan dalam penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Bupati Trenggalek secara simbolis menyerahkan bantuan untuk warga Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mendorong penggunaan data menjadi pijakan dalam penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.

Ia mengemukakan hal tersebut menyambut pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 2022.

Dalam program pendataan itu, ia meminta seluruh kepala desa dan camat untuk mendata warganya yang belum tercatat dalam administrasi kependudukan.

Ia juga meminta dinas kependudukan dan pencatatan sipil untuk turut membantu pelaksanaan program itu dengan berkeliling desa-desa. Utamanya desa yang minim administrasi kependudukan.

"Harapan kami data yang kemudian disajikan pemerintah itu data yang sudah menggambarkan kondisi sebenarnya. Harapannya juga sudah memunculkan berdasarkan nama dan alamat,” ungkap Mas Ipin.

Dengan pendataan yang mendetail dan riil, pembaruan data kemiskinan memungkinkan memakai data regsosek.

"Mungkin data dari regsosek ini bisa lebih kami yakini angkanya karena benar-benar berbasis jumlah yang dilakukan secara sensus," sambung dia.

Ia bercerita, penyaluran bantuan selama ini memanfaatkan pengolahan dari berbagai sumber.

Mulai dari pendataan program perlindungan sosial hingga data terpadu kesejahteraan sosial.

Pemanfaatan data-data tersebut untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hal itu supaya warga yang menerima bantuan betul-betul mereka yang berhak.

"Jadi [pendataan yang akan berlangsung ini harus bisa kita selesaikan. Dengan regsosek ini, harapannya semua bisa tercapai, termasuk kebijakan berbasis data bisa tepat sasaran,” sambung dia.

Data itu juga diharapkan mampu memotret kondisi kemiskinan secara lebih detail.

Selama ini, lanjut Mas Ipin, prosentase data kemiskinan diambil berdasarkan survei yang sampelnya terbatas.

Meskipun, sampel itu diambil berdasarkan metodologi yang diakui.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved