Liga 1

TERUNGKAP Oknum Pemukul Aremania Laga Persik Bukan Jurnalis, Pelaku Buat Permohonan Maaf

Pelaku Pemukulan Aremania dengan pakai rompi media dalam laga Persik Kediri vs Arema FC akhirnya terungkap.

Editor: faridmukarrom
Istimewa
Pelaku Pemukulan Aremania dengan pakai rompi media dalam laga Persik Kediri vs Arema FC akhirnya terungkap. Pelaku pemukulan Aremania meminta maaf bersama Panpel Persik 

Kejadian itu sempat terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. 

Dalam video itu nampak seorang pria mengenakan rompi warna pink yang umumnya dikenakan media dalam meliput, memukul oknum suporter yang tengah diamankan pihak keamanan.

Akibat dari video itu nama jurnalis Kediri tercoreng karena dianggap tak profesional dan ikut dalam aktivitas kekerasan.

Media Officer Persik Kediri Sempat Sudutkan Wartawan

Diketahui sebelumnya Media Officer Persik Kediri Haryanto sempat menyudutkan wartawan dalam press rilis yang disampaikan terkait kasus pengeroyokan Aremania.

Haryanto lalu menyampaikan permohonan maaf. 

Pernyataan permintaan maaf ini disampaikan oleh Haryanto saat menemui para jurnalis di Mess Persik Kediri.

Hadir dalam kegiatan itu puluhan jurnalis baik dari AJI, IJTI,PWI dan PFI.

Mereka meminta klarifikasi soal rilis mengenai oknum media yang diduga terlibat kasus pengeroyokan Aremania.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas hal tidak tepat yang seharusnya tidak disampaikan. Terkait pernyataan oknum media di laga Persik Kediri kontra Arema FC kemarin. Kami juga sudah menghadiri dialog bersama aliansi jurnalis/wartawan Kediri untuk mencari hari ini," kata Media Officer Persik, Haryanto, Senin (19/9/2022).

Ia menambahkan, seharusnya memang menelaah ulang sebelum membuat pernyataan dalam rilis yang dibuat dan disiarkan ke media.

Ia pun mengapresiasi adanya dialog bersama media ini karena dianggap bisa menjadi wadah untuk mencari jalan tengah permasalahan.

Terkait 'oknum' yang disebut melakukan kekerasan dalam laga Derbi Jatim tersebut, pihak Persik Kediri masih terus melakukan upaya investigasi.

"Segera kami tindak lanjuti apa yang menjadi diskusi kita hari ini. Soal siapa pelaku kekerasan akan kami cari lagi. Karena memang setahu kami di lapangan kemarin kalau sesuai presensi, hanya media yang bisa memakai rompi merah muda," tambahnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved