Persik Kediri

Panpel Persik Kediri Kecam Oknum Dengan Rompi Media yang Memukul Suporter di Laga Persik Vs Arema FC

Panpel Persik Kediri mengecam oknum berompi media yang melakukan kekerasan terhadap suporter di laga Persik Kediri Vs Arema FC di stadion Brawijaya

Editor: eben haezer
ist
Tangkap layar video viral detik-detik oknum berompo media memukul seorang suporter di Laga Persik Kediri Vs Arema FC, Sabtu (17/9/2022) di Stadion Brawijaya, Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Panpel Persik Kediri mengecam oknum berompi media yang melakukan kekerasan terhadap suporter di laga Persik Kediri Vs Arema FC, Sabtu (17/9/2022) lalu di Stadion Brawijaya, kediri. 

Insiden itu sempat terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. 

Dalam video itu nampak seorang pria mengenakan rompi warna pink yang umumnya dikenakan media dalam meliput, memukul oknum suporter yang tengah diamankan pihak keamanan.

Baca juga: 53 Oknum Aremania yang Nekat Datang ke Stadion Brawijaya Laga Persik vs Arema Diamankan Polisi

“Kami mengutuk keras aksi oknum tersebut, saat ini kami terus melakukan pendalaman dan mencari tahu siapa pelakunya. Namun sebagai panpel dan media officer Persik Kediri, saya menghaturkan permohonaan maaf yang sebesar-besarnya, kejadian ini merupakan pengalaman berharga dan kami berharap yang terakhir kalinya serta tidak terulang lagi kedepannya,” kata Media Officer Persik Kediri, Haryanto, Minggu (18/9/2022).

Saat ini pihaknya bersama jajaran panpel pertandingan Persik Kediri tengah mengumpulkan bukti-bukti serta mencari keterangan mengenai oknum yang dimaksud sehingga timbul aksi kekerasan terhadap suporter.

“Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berusaha membantu mengamankan pertandingan melawan Arema FC kemarin, kita semua mengetahui tingginya tensi pertandingan mengingat sudah absen selama 19 tahun di Kediri. Alhamdullilah secara umum pertandingan bisa dilaksanakan dengan baik walau ada insiden seperti ini, sekali lagi kami mengucapkan permohonaan maaf dan kami terus berusaha mengetahui pelaku yang dimaksud,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa sosok yang mengenakan rompi media tersebut. Namun sejumlah jurnalis di Kediri juga turut mengecam kekerasan tersebut. 

Danu Sukendro, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri misalnya. 

Dia mengecam aksi kekerasan yang terekam kamera tersebut. Bahkan, dia juga mendukung proses hukum terhadap pelaku. 

Namun, dia juga menyayangkan narasi yang sempat dilayangkan Media Officer Persik Kediri yang buru-buru menuding oknum media sebagai pelakunya. Sebab, para jurnalis yang meliput laga tersebut, mengaku tak mengenal dengan sosok pelaku pemukulan itu. 

"Teman-teman jurnalis di Kediri tidak tahu siapa oknum tersebut. Kami yakin itu bukan jurnalis. Tetapi yang jelas kami juga mengecam adanya aksi kekerasan tersebut. Besok para jurnalis lintas organisasi akan melakukan pertemuan sebagia penyikapan," kata Danu

"Dan kami sudah bertemu dengan MO (Media Officer) Persik Kediri untuk menyampaikan hal tersebut. Nanti MO akan membuat pernyataan ulang," sambungnya. 

 

(dya ayu/tribunmataraman.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved