Berita Kediri

Polda Jatim Limpahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gedung Serbaguna Ringin Anom

Penyidik Polda Jatim menyerahkan 3 orang tersangka dan barang bukti perkara tipikor pembangunan gedung serbaguna Kelurahan Ringinanom ke Kejari

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Para tersangka tindak pidana korupsi pembangunan gedung serbaguna desa Ringin Anom di Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Penyidik Polda Jatim menyerahkan 3 orang tersangka dan barang bukti (tahap 2) perkara tindak pidana korupsi pembangunan gedung serbaguna Kelurahan Ringin Anom, Kota Kediri, kepada Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Kamis (15/9/2022).

Ketiga tersangka yang diserahkan masing-masing, Bagianto Hari Ratmoko,  Yudhistira Dewa Pribadi, dan Aris Dwi Kusuma Negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika MR menjelaskan, pada tahun anggaran 2019 Pemkot Kediri mendapat paket pembangunan gedung serbaguna Kelurahan Ringin Anom.

Pada saat lelang dimenangkan oleh CV Sekawan Elok dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.857.806.000. Dalam dokumen kontrak terdakwa Bagianto Hari Ratmoko sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai PPK.

Sedangkan terdakwa Yudhistira Dewa Pribadi, dalam dokumen kontrak sebagai Direktur CV Sekawan Elok, namun dalam pelaksanaannya terdakwa Yudhistira Dewa Pribadi tidak dilibatkan dalam pekerjaan karena semua proses pekerjaan dilakukan oleh terdakwa Aris Dwi Kusuma Negara, yang dalam dokumen kontrak sebagai Tenaga K3 dengan cara diborongkan kepada Didik  Riyanto dan dilanjutkan oleh Purwanto.

Akibat kejadian itu mengakibatkan pekerjaan putus kontrak dan mengakibatkan kerugian negara sejumlah Rp 969.639.620.

Tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang RI  Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi jo pasal 55  ayat (1) ke-1  KUHP.

Sementara dakwaan subsidair pasal 3 Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang RI  Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi jo pasal 55  ayat (1) ke-1  KUHP.

Ketiga tersangka telah dilakukan penahanan rutan selama 20 hari sejak 15 September 2022 - 4 Oktober 2022 di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kediri. 

Selanjutnya Penuntut Umum Kejari Kota Kediri segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya untuk disidangkan.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved