Berita Viral

Nenek 84 Tahun di Surabaya Dipaksa Mengemis Oleh Anaknya, Kisahnya Viral di TikTok

Mursiti, nenek 84 tahun di Surabaya dipaksa mengemis oleh anaknya sendiri. Kisahnya viral di TikTok hingga menarik perhatian Wawali Surabaya

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Wawali Surabaya, Armuji saat mengunjungi kediaman Mbah Mursiti (tengah), nenek 84 tahun yang viral karena dipaksa mengemis oleh anaknya. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Mursiti, nenek 84 tahun di Surabaya dipaksa mengemis oleh anaknya sendiri. 

Mursiti adalah warga Kampung Tambak Wedi Baru, kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. 

Bersama anak perempuan dan cucunya, nenek Mursiti tinggal di gang kecil. 

Sehari-hari nenek Mursiti berjalan dari kampung ke kampung untuk mengemis. 

Dia mengaku mengemis karena disuruh oleh anaknya. 

Kisah Mbah Mursiti jadi viral setelah diunggah ke media sosial TikTok oleh akun bilqis.maulidiya.agus. 

Video tersebut disukai sebanyak 125.000 orang. Dikomentari sebanyak 6.816 dan dibagikan sebanyak 8.114 kali .

Setelah kisahnya viral, wakil wali kota Surabaya, Armuji pun terketuk hatinya. 

"Video nenek sepuh asal Surabaya itu viral. Makanya saya kunjungi rumahnya. Kasihan. Itu warga saya," ucap  Armuji, Jumat (16/9/2022).

Wawali Cak Ji tidak ingin persoalan keuarga Mbah Marsiti terus berkepanjangan. Harus diambil langkah cepat dan tepat demi menjamin masa tua Mbah Marsiti. 

Menurut pengakuan warga Tambak Wedi Baru dan tetangganya, Mbah Mursiti sering diperintahkan anaknya untuk meminta-minta. Selama ini anaknya juga tidak bekerja. 

Cak Ji menyayangkan hal itu terjadi di Kota Surabaya. Mestinya masa sepuh Mbah Marsiti bisa hidup nyaman menikmati masa tuanya. 

Wawali juga meminta kepada RT dan RW agar lebih peka dan peduli terhadap warganya, serta sering mengecek kondisi warganya sehingga yang membutuhkan dapat diintervensi melalui program Pemkot Surabaya.

"Tadi juga sudah saya tawarkan untuk dirawat di Griya Werdha. Tapi anaknya belum berkenan. Saya minta anaknya tidak menyuruh-nyuruh Mbah Marsiti jadi pengemis. Kasihan. Jalan kaki jauh pasti capek," tutur Cak Ji.

Wakil Wali Kota Surabaya itu memerintahkan agar pihak kelurahan dan kecamatan memberikan perhatian dengan alokasi permakanan untuk lansia , guna menjamin ketercukupan gizi Mbah Mursiti.

(Nuraini Faiq/tribunmataraman.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved