Berita Tulungagung

Dishub Tulungagung Minta Penghentian Parkir Berlangganan Diikuti Kebijakan Pengganti yang Lebih Baik

Dishub Tulungagung meminta, apabila kebijakan parkir berlangganan mesti dihentikan, harus ada solusi pengganti yang lebih baik

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Ilustrasi aktivitas parkir di Tulungagung, Jawa Timur 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung berharap ada sistem perparkiran yang lebih baik, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan Kepala Dishub Tulungagung, Galih Nusantoro, setelah Komisi C DPRD Tulungagung mengusulkan penghapusan parkir berlangganan.

Menurutnya, parkir berlangganan dulunya juga menjadi solusi di tengah rendahnya  PAD sektor parkir.

"Dulu PAD sektor parkir sangat rendah. Akhirnya digenjot dengan bayar di depan, dengan parkir berlangganan," terang Galih.

Baca juga: Parkir Berlangganan Dianggap Merugikan Masyarakat dan PAD Tulungagung, DPRD Minta Dihentikan

Berkat parkir berlangganan akhirnya PAD saat itu bisa ditingkatkan.

Karena itu jika sekarang sistem ini diganti, harus ada sistem yang lebih baik.

Baik dari sisi peningkatan PAD maupun kerawanan sosial yang bisa diminimalisasi.

"Dishub sebagai operator tidak ada masalah jika sistemnya diganti, asalkan lebih baik," sambungnya.

Menurut Galih, perlu ada kajian penerapan sistem yang baru.

Termasuk usul untuk menggunakan pihak ke-3 dalam sistem perparkiran yang baru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved