Berita Tulungagung

Masih Ada Desa Belum Selesaikan Target BIAN, Dinkes Tulungagung Akan Melacak Status Vaksinasi Anak

Masih ada 47 desa di Tulungagung yang belum meraih target 95 persen dari sasaran riil vaksinasi MR (campak dan rubella) seperti ditargetkan pusat

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Seorang balita mendapatkan vaksinasi oral saat pelaksanaan BIAN di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, kabupaten Tulungagung. 

TRIBUNMATRAMAN.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung telah menyelesaikan masa perpanjangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Selasa (13/9/022) kemarin.

Namun masih ada 47 desa yang belum mencapai angka 95 persen dari sasaran riil vaksinasi MR (campak dan rubella), seperti yang ditargetkan di tingkat nasional.

Desa-desa ini berasal dari Kecamatan Kedungwaru dan Kecamatan Besuki.

"Kami akan kejar kekurangan di 47 desa  di 2 kecamatan itu," terang Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka.

Baca juga: Gubernur Khofifah Gencarkan Imunisasi Campak Rubella, Targetkan 2,3 Juta Anak di Jatim

Capaian BIAN Kabupaten Tulungagung ada di urutan ke-22 Jawa Timur, dengan 96,56 dari target proyeksi atau 98,26 dari target riil. 

Adanya 47 desa yang belum mencapai target ini,  lanjut Didik, berpeluang munculnya kasus rubella atau campak secara sporadis.

Sebab desa-desa ini belum membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. 

"Ke depan masih mungkin di desa-desa ini muncul kasus campak dan rubella, karena belum tercipta kekebalan kelompok," sambung Didik. 

Kementerian Kesehatan kini memperpanjang lagi BIAN hingga 30 September 2022.

Didik mengaku akan memanfaatkan sisa waktu untuk mengejar kekurangan. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved