Berita Trenggalek

Ikan yang Ditangkap Nelayan Prigi Makin Sedikit Karena Cuaca Buruk

Cuaca buruk membuat hasil tangkap nelayan di wilayah Prigi, Kabupaten Trenggalek merosot.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Ikan-ikan di pemindangan kawasan Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Cuaca buruk membuat hasil tangkap nelayan di wilayah Prigi, Kabupaten Trenggalek merosot.

Padahal, saat ini masuk dalam musim puncak tangkap ikan.

Cuaca yang buruk mengakibatkan nelayan tak bisa leluasa untuk melaut. Mereka mempertimbangkan kondisi alam ketika hendak mencari ikan.

Di sisi lain akibat merosotnya jumlah tangkapan, harga ikan relatif stabil.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Trenggalek, Bambang Supiyat menjelaskan, cuaca buruk terjadi sejak awal musim puncak tangkap ikan.

Di kawasan Prigi, puncak musim ikan saban tahunnya di mulai sekitar Agustus hingga awal Oktober.

"Ini kalau cuaca bisa diprediksi seperti tahun-tahun sebelumnya, saat ini sudah masuk akhir musim puncak tangkapan ikan. Tinggal satu bulan lagi," kata Bambang, Kamis (15/9/2022).

Dalam sepakan terakhir, ikan yang masuk ke tempat pendaratan ikan Prigi berkisar 100 ton sampai 120 ton per hari.

Jumlah itu jauh dibanding ketika musim puncak tangkap tahun-tahun sebelumnya.

Bambang menjelaskan, ketika puncak musim tangkap ikan dibarengi dengan cuaca bagus, para nelayanan bisa membawa pulang sekitar 400 ton sampai 500 ton per hari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved