Berita Kediri

Untuk Pertama Kalinya, Kejari Kota Kediri Terapkan Restorative Justice Pada Tersangka Kasus Narkoba

Untuk pertama kalinya, Kejaksaan Negeri Kota Kediri menerapkan restorative justice kepada tersangka kasus narkotika. Ini syarat mendapatkan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Dua tersangka kasus penyalahgunaan narkoba di kota Kediri yang mendapatkan rehabilitasi setelah Kejari Kota Kediri menerapkan pendekatan restorative justice 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Untuk pertama kalinya, Kejaksaan Negeri Kota Kediri menerapkan restorative justice kepada tersangka kasus narkotika. Tak hanya 1 orang, tetapi 2 orang. 

Kedua tersangka pecandu saat ini direhabilitasi selama 3 bulan di Eklesia Foundation Kota Kediri.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf menjelaskan, dua tersangka yang mendapatkan restorative justice atas nama Frans Tomi Sanjaya dan Agung Kurniawan.

Dua tersangka diamankan petugas Satresnarkoba Polres Kediri Kota karena menggunakan narkotika jenis sabu -sabu. Tersangka melanggar pasal 127 ayat 1 Undang -undang No 35/2009 tentang Narkotika serta sempat ditahan di sel tahanan Polres Kediri Kota.

Dijelaskan, bagi tersangka kasus narkotika yang mengajukan restorative justice, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Salah satunya, tersangka hanyalah penyalahguna dan untuk dirinya sendiri.

"Tersangka bukan pengedar atau bandar serta bukan untuk dijual," jelas Novika kepada sejumlah awak media, Rabu (31/8/2022).

Selain itu tersangka tidak berperan sebagai kurir jaringan narkoba dan tidak terdapat dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.

"Para tersangka merupakan pengguna terakhir dan benar -benar menggunakan narkotika karena ketergantungan," jelasnya.

Seperti tersangka Frans Tomi Sanjaya sudah 4 kali dan Agung Kurniawan sudah  2 kali menggunakan narkotika.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved