Berita Tulungagung

Nasib Wong Cilik, Korban BPNT Salah Sasaran Belum Puas Mediasi Dengan Dinsos Tulungagung dan BNI

Sebagai wong cilik, Sukatmi dikecewakan oleh hasil pertemuan dengan Dinsos dan BNI yang tak memberi harapan agar haknya dikembalikan

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Sukatmi saat bertemu dengan Dinsos Tulungagung dan BNI Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Sukatmi (51), warga Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung mengaku belum puas dengan mediasi yang digagas Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Selasa (30/8/2022).

Sukatmi adalah penerima Bantuan Pangan Non-Tunai BPNT) yang sejak 2018 Kartu Keluarga Sejahtera miliknya dipegang warga lain.

Menurut ibu tiga anak ini, dirinya diminta untuk menunggu 2-3 hari ke depan.

"Setelah 2-3 hari ke depan, nanti akan dihubungi lagi. Akan diberi tahu jawabannya," terangnya.

Baca juga: Dinsos dan BNI Tak Berani Menjamin Ada Penggantian BPNT Warga Tulungagung Yang Dipakai Orang Lain

Sukatmi menegaskan, dirinya menuntut agar haknya diberikan secara penuh.

Berdasar data yang didapatnya, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) miliknya sudah diterbitkan sejak 2018.

Sesuai ketentuan, bantuan sosial BPNT diberikan berupa sembako senilai Rp 200.000 per bulan.

"Saya minta hak-hak saya dikembalikan," ucap Sukatmi dengan nada tegas.

Dalam mediasi ini Sukatmi juga disodori surat pernyataan damai.

Namun ia menolak, karena baginya belum ada perdamaian jika haknya belum diberikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved