Breaking News:

Berita Tulungagung

APTI Jatim Beri 3 Rekomendasi Untuk Pemerintah, Salah Satunya Tolak Kenaikan Cukai Rokok SKT

DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jatim mengeluarkan 3 rekomendasi untuk pemerintah. Salah satunya menolak rencana kenaikan cukai rokok

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Rapimda DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jatim di Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur mengeluarkan tiga rekomendasi untuk pemerintah. 

Rekomendasi ini diputuskan setelah menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) APTI Jawa Timur, 27-28 Agustus 2022 di Tulungagung.

Pertama, DPD APTI Jatim menolak rencana kenaikan tarif cukai rokok tahun 2023, khususnya Sigaret Kretek Tangan (SKT), sebab SKT banyak menyerap tenaga kerja lokal dan banyak menyerap bahan baku tembakau.

Kedua, menolak revisi Peraturan Pemerintah 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Ketiga, membatalkan pelaksanaan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Rekomendasi ini dikirimkan ke Presiden dan Gubernur Jawa Timur.

"Rapimda DPD APTI Jawa Timur menyikapi pertembakauan di Jawa Timur," terang Ketua DPD APTI Jawa Timur, K Mudi, Minggu (28/8/2022).  

Mudi mengungkapkan, tahun 2022 ini saja pemerintah telah merevisi target penerimaan cukai rokok dari Rp  190 triliun menjadi Rp 213 triliun. 

Kebijakan ini akan sangat memukul industri rokok, terutama SKT yang menyerap tenaga kerja yang sangat besar.

SKT juga menyerap bahan baku dari para petani dalam jumlah yang besar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved