Berita Trenggalek

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Trenggalek Ajak Galakkan Belanja Produk Lokal Demi Pulihkan Ekonomi

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek Novita Hardini ajak belanja produk lokal demi pulihkan ekonomi

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: faridmukarrom
Aflahul Abidin
Novita Hardini saat mengisi acara Kewirausahaan Eduperintis, Kamis (25/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Mataraman Aflahul Abidin

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Kampanye belanja produk lokal terus digalakkan di Kabupaten Trenggalek.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengatakan, berbelanja produk lokal menjadi salah satu cara untuk memulihkan ekonomi di Kabupaten Trenggalek.

Dengan membeli produk lokal, kata dia, putaran uang di wilayah itu terus berjalan. Di sisi lain, usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga akan tumbuh.

"Jadi kalau mau Trenggalek ini bebas dari krisis, maka kalau kita punya uang jangan dibelanjakan di Tulungagung, jangan dibelanjakan di Surabaya, tapi harus belanja produk UMKM di Trenggalek," ucap Novita, saat mengisi acara Kewirausahaan Eduperintis di Kecamatan Tugu, Kamis (25/8/2022).

Novita menjelaskan, kampanye untuk berbelanja produk lokal Trenggalek sudah digalakkan sejak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Ratusan Bonsai Menawan Bikin Pasar Pon Trenggalek Makin Cantik

Baca juga: Bantuan untuk Sapi Mati akibat PMK, Hanya 9 Ekor yang Penuhi Syarat di Trenggalek

Hal itu dikampanyekan lewat gerakan "Tresno Trenggalek, Tumbas Trenggalek." 

Yang artinya kurang lebih dari: Cinta Trenggalek, Beli [produk] Trenggalek.

Novita Hardini saat mengisi acara Kewirausahaan Eduperintis
Novita Hardini saat mengisi acara Kewirausahaan Eduperintis, Kamis (25/8/2022).

"Jadi kita harus membangun komitmen kalau mau Trenggalek maju, harus membeli produk-produk lokal," tambahnya.

Dalam kegiatan itu, Novita juga berbagi cerita dan inspirasi kepada para perempuan agar telaten saat memulai usaha.

Para ibu-ibu asal Kecamatan Tugu juga turut diberi pemahaman-pemahaman baru ihwal dunia usaha.

"Harapannya dengan adanya pelatihan ini masyarakat lebih profesional dalam berbisnis. Lebih meningkatkan omset yang didapat karena mereka lebih paham cara berbisnis mulai dari hulu sampai hilir. Selain itu masyarakat jadi lebih punya peluang untuk bisa menambah pundi-pundi," sambung Novita.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved