Berita Tulungagung

Perkuliahan di UIN Tulungagung Kini Sudah 100 Persen Tatap Muka

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memberlakukan perkuliahan 100 persen luring (offline) di awal semester ganjil 2022 ini.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Ilustrasi - Pintu masuk UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memberlakukan perkuliahan luring (offline) di awal semester ganjil 2022 ini.

Berbeda dengan semester sebelumnya yang masih diberlakukan 50 persen.

Menurut Humas UIN SATU Tulungagung, Ulil Abshar, kebijakan ini sesuai arahan dari Kementerian Agama. 

"Diputuskan luring tanpa menyebut prosentase. Alasannya karena kondisi (Covid-19) sudah membaik," terang Ulil.

Lanjut  Ulil, selama semester genap sebelumnya tidak ada kendala pada mahasiswa yang kuliah luring.

Karena itu pada semester ganjil tahun 2022 kondisi dipulihkan seperti sebelum pandemi Covid-19.

Meski demikian pihak kampus akan menyesuaikan jika ada perubahan aturan dari pemerintah pusat.

Pihak kampus juga tidak mewajibkan mahasiswa mengenakan masker.

Namun penggunaan masker di dalam ruang kelas juga tidak dilarang. 

Selama semester ganjil ini ada sekitar 28.000 mahasiswa yang akan kuliah di UIN SATU Tulungagung. 

"Jadi tidak ada opsi lain selain Luring. Karena sudah diuji coba pada semester sebelumnya," tegas Ulil. 

Dari 28.000 mahasiswa yang akan kuliah, lebih dari 100 di antaranya adalah mahasiswa asing.

Namun hingga saat ini belum seluruhnya kembali ke Tulungagung.

Masih ada yang di negara asalnya karena terkendala aturan di negaranya. 

"Kami masih memberi kesempatan mereka mengurus dokumen, untuk kembali ke Tulungagung," ujar Ulil. 

Pemberlakukan perkuliahan luring mengacu pada level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masing-masing daerah. 

Sebelumnya UIN SATU Tulungagung pernah memberlakukan perkuliahan daring 100 persen selama 3 minggu, pada pertengahan Februari 2022.

Sebab saat Kementerian Kesehatan mengeluarkan prediksi puncak kasus Covid-19 pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved