Berita Tulungagung

Lima Ormas Islam di Tulungagung Mengeluhkan Makin Maraknya Prostitusi dan Perjudian

Lima ormas Islam di Tulungagung menemui bupati Maryoto Birowo dan mengeluhkan makin maraknya prostitusi dan perjudian di Tulungagung

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz memberikan rekomendasi ke Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo.  

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Lima Ormas Islam menyerahkan rekomendasi kepada Bupati Tulungagung, Senin (22/8/2022).

Rekomendasi ini terkait penyakit masyarakat, pendidikan dan Pemilihan Umum (Pemilu).

Lima Ormas ini terdiri dari Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz, sebelumnya lima ormas Islam ini menggelar diskusi bersama.

"Hasil rapat itu lalu dirumuskan menjadi rekomendasi, lalu disampaikan ke Bupati," terang Gus Hadi, panggilan akrabnya.

Gus Hadi mengungkapkan, penyakit masyarakat yang dikeluhkan antara lain prostitusi.

Saat ini prostitusi sudah dilakukan secara online (daring) maupun offline (luring).

Bahkan banyak tempat kos yang ditengarai menjadi tempat prostitusi terselubung, atau tempat berbuat mesum.

"Kami minta bupati menertibkan rumah kos atau hotel yang, guest house yang dijadikan ajang prostitusi terselubung," ujarnya.

Gus Hadi juga meminta aparat menindak pelaku dan pengelola prostitusi ilegal di Tulungagung. 

Selain itu kafe karaoke juga minta diawasi karena sudah berkembang hingga pelosok desa.

Keberadaanya kerap tidak berizin, menjadi tempat peredaran minuman keras dan sudah meresahkan masyarakat.

"Sebenarnya distributor miras di Tulungagung ini berapa? Kok sepertinya membanjiri Tulungagung," ucap Gus Hadi.

Ormas-ormas Islam ini juga meminta Kapolres menindak segala jenis perjudian, offline dan online. 

Masih menurut Gus Hadi, saat ini marak judi di masyarakat.

Namun masyarakat banyak yang tidak berani melapor, karena intimidasi yang diterima.

Ia mencontohkan, ada warga NU yang pernah membuat laporan terkait perjudian di kampungnya.

Namun para pelaku melakukan balas dendam dengan cara meracuni ikan milik pelapor. 

"Kebetulan pelapor ini punya kolam ikan. Kolamnya dilempar racun ikan," ungkapnya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved