Berita Kediri

Aliansi Kediri Bersatu Siapkan Unjuk Rasa Ketiga Untuk Meminta Pencopotan Kadindik Kota Kediri

Aliansi Kediri Bersatu bakal kembali menggelar unjuk rasa untuk mendesak agar Siswanto diturunkan dari jabatannya sebagai Kadindik Kota Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Massa Aliansi Kediri Bersatu membawa keranda mayat dan menggelar tahlilan di depan Kantor Pemkot Kediri, Rabu (3/8/2022). Dalam aksi damai ini, mereka mendesak pencopotan Kepala Dinas Pendidikan kota Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI -  Aliansi Kediri Bersatu bakal kembali menggelar unjuk rasa untuk mendesak agar Siswanto diturunkan dari jabatannya sebagai kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Selasa (23/8/2022).

Sebelumnya, Aliansi Kediri Bersatu yang merupakan gabungan sejumlah LSM sudah dua kali menggelar aksi demo dengan sasaran Kantor Balaikota dan Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri. 

Kedua aksi demo menuntut pencopotan kepala Dinas Pendidikan karena dinilai tidak memiliki kepedulian dalam kasus pencabulan oknum guru terhadap anak didiknya.

Supriyo, pegiat Aliansi Kediri Bersatu mengungkapkan, aksi demo dilakukan pada 3 titik dengan mengusung 3  tuntutan yang bakal diajukan.

Baca juga: Aliansi Kediri Bersatu Mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dicopot

Tiga lokasi demo masing-masing, Mapolres Kediri Kota, Kantor Balaikota serta Kantor DP3AP2KB Kota Kediri. 

"Tuntutan pertama copot kepala Dinas Pendidikan dan tuntutan kedua copot kepala DP3AP2KB Kota Kediri," tandas Supriyo,SH kepada awak media, Senin (22/8/2022).

Sementara tuntutan ketiga dukungan tindak lanjut kasus laporan No 002/AP-AKB/VII/2022 tanggal 21 Juli 2022.

Supriyo juga menjelaskan tuntutan mundur kepala dinas DP3AP2KB Kota Kediri karena sebagai leading sector tidak banyak berbuat dalam kasus pencabulan pelajar SD.

Kasus pencabulan pelajar SD oleh oknum guru justru dilaporkan oleh Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kota Kediri.

Tuntutan pencopotan kepala Dinas Pendidikan karena yang bersangkutan tidak berusaha membawa kasus pencabulan ke ranah pidana malah berupaya mendamaikan dengan memanggil para pihak terkait.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved