Berita Kediri

Wali Kota Kediri Mas Abu Komitmen Tak Beri Ruang Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Anak

Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk mencegah kekerasan anak dan perempuan terjadi di Kota Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: faridmukarrom
tribunmataraman.com/didik mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberikan bantuan anak berkebutuhan khusus saat meluncurkan service city card Kartu Harmoni Sejahtera di Balai Kelurahan Banjaran, Kamis (4/8/2022).  

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk mencegah kekerasan anak dan perempuan terjadi di Kota Kediri. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual. 

"Siapapun yang coba-coba melakukan hal ini akan ada sanksi yang sangat tegas," tandas Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri pada Webinar Aman dan Gembira di Sekolah di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jumat (19/8/2022).

Kegiatan diskusi melibatkan warga sekolah dari 190 lembaga sekolah digelar secara hybrid, sebagian peserta hadir secara langsung dan secara daring melalui zoom meeting. 

Webinar diikuti 135 SD, 34 SMP, 9 SMA, dan beberapa TK juga menghadirkan  narasumber Kalis Mardiasih dan Anastasia Satriyo. 

Walikota juga menegaskan, kepala sekolah juga harus memberikan keteladanan dan mendorong warga sekolah baik guru, tenaga kependidikan termasuk satpam untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual

Seluruh guru dan pegawai di sekolah harus membangun suasana belajar yang aman. Selain itu komite sekolah harus memiliki wawasan yang sama dalam mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual.

Baca juga: Aliansi Kediri Bersatu Mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dicopot

Baca juga: Aksi Bawa Keranda Mayat, Aliansi Kediri Bersatu Tuntut Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Dicopot 

Walikota yang akrab disapa Mas Abu juga berpesan  kepada anak-anak di Kota Kediri untuk menikmati masa belajar dengan gembira dan memahami batas-batas yang tidak boleh disentuh orang lain.  

"Kalian harus berani menolak, melawan jika ada yang berani melanggar batasan tersebut. Jika ada yang melanggar batasan tadi silahkan foto atau rekam dan dilaporkan pada saya atau hubungi call center di 08113787119," pesannya. 

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar menyampaikan, kita bersama-sama belajar tentang pencegahan pelecehan seksual pada anak dan perempuan.

"Rasanya ingin menjadi yang pertama dalam memasukkan kurikulum pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan secara serempak yang diinisiasi oleh Pemkot Kediri dan PKK Kota Kediri," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved